KabarNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Standar, Ini Daftarnya

Published September 16, 2026 · Updated September 16, 2026 · By Elizabeth Davis - kabarnaya.com

Foto : Elizabeth Davis - kabarnaya.com

Pemerintah Soroti 25 Produk Beras Fortifikasi yang Diduga Tidak Memenuhi Ketentuan

Kabarnaya.com – Pemeriksaan terhadap beras fortifikasi yang beredar di pasar menemukan 25 merek dengan dugaan ketidaksesuaian terhadap standar kandungan gizi maupun informasi pada kemasan. Temuan ini disampaikan Kementerian Pertanian dalam ekspos hasil pengujian di Jakarta pada Selasa, 15 September 2026.

Menteri Pertanian yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa produk-produk tersebut telah diperiksa melalui pengujian laboratorium. Pemerintah menilai ada produk yang kandungan aktualnya tidak sejalan dengan keterangan label.

“Setelah kita cek di laboratorium, ternyata tidak sesuai dengan labelnya. Ini yang kita tindak,” ujar Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, dikutip Rabu (16/9/2026).

Pengujian dilakukan pada produk yang telah dipasarkan kepada masyarakat. Kementan menyebut hasilnya menunjukkan 25 merek belum memenuhi ketentuan mutu dan kandungan yang diatur dalam SNI 9314:2024 mengenai kernel beras fortifikan serta SNI 9372:2025 tentang beras fortifikasi.

Proses pemeriksaan melibatkan beberapa lembaga laboratorium, yakni Laboratorium IPB Bogor, Laboratorium BRMP, Saraswanti Indo Genetech (SIG), dan Eurofins Angler Biochemlab. Hasil analisis tersebut dipakai untuk membandingkan komposisi gizi produk dengan klaim yang tercantum pada label kemasan.

Langkah Penindakan

Pemerintah telah mengarahkan penarikan produk terkait dari peredaran, pencabutan izin, dan langkah hukum terhadap pihak yang nantinya terbukti melakukan pelanggaran. Penanganan ini masih melalui proses pendalaman.

Masuknya sebuah nama dalam daftar temuan tidak otomatis berarti produsen telah diputus bersalah secara hukum. Daftar tersebut menunjukkan bahwa produk yang diuji disebut belum memenuhi persyaratan fortifikasi atau diduga tidak sesuai dengan standar yang berlaku, sementara proses penindakan terus berjalan.

Daftar 25 Merek yang Disebut dalam Temuan

Berikut nama produk beras fortifikasi yang diumumkan pemerintah pada 15 September 2026:

Idola Fortifikasi; Idola High Quality Whole Grain Rice; Idola Long Grain Rice; Ikan Mas Cupang; AAA Wijaya Kusuma; Cantik Manis; Penari Bangkok; Topi Koki Short Grain; Topi Koki Setra Royale; Topi Koki Long Grain Crystal; HOK-1 Gohan; Maknyuss Pulen Gizi; Anak Raja Fortifikasi; Anak Raja Nusantara; Top Anak Raja; PMS Induk Ayam; Sumo; Rasvit; FS Nutri Rice; Pelikan; Rice Rojolele; Super Kepala Beras Premium 111; 111 Golden Number; Putri Koki; serta Wellfarm Beras Diabet.

Bagi konsumen, informasi ini penting karena label pangan menjadi salah satu dasar saat memilih produk. Klaim tambahan vitamin dan mineral dapat memengaruhi keputusan pembelian, khususnya bagi keluarga yang mencari pilihan pangan dengan kandungan zat gizi tertentu.

Memahami Beras Fortifikasi

Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya dengan zat gizi melalui teknologi pangan. Penambahan mikronutrien ditujukan untuk meningkatkan nilai gizi beras, yang menjadi salah satu pangan pokok masyarakat.

Produk ini berbeda dari beras biasa yang hanya menggunakan klaim pemasaran tentang gizi. Agar dapat disebut sebagai beras fortifikasi, produk harus memenuhi syarat kandungan, mutu, keamanan, dan pelabelan yang telah ditetapkan.

SNI 9372:2025 mengatur sejumlah mikronutrien yang dapat terdapat dalam beras fortifikasi, termasuk vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan seng. Kehadiran unsur-unsur tersebut perlu dibuktikan melalui kandungan produk, bukan semata melalui tulisan di kemasan.

Bapanas juga menegaskan bahwa setiap beras fortifikasi yang beredar harus mematuhi standar keamanan pangan, mutu, kandungan gizi, serta ketentuan penyampaian informasi kepada konsumen. Artinya, klaim pada label harus menggambarkan kondisi produk secara tepat.

Ketentuan Kandungan Gizi per 100 Gram

Dalam SNI 9372:2025, terdapat rentang dan batas minimum kandungan zat gizi pada setiap 100 gram beras fortifikasi. Vitamin B1 ditetapkan paling sedikit 0,25 miligram. Asam folat harus berada pada rentang 0,25 hingga 0,38 miligram, sementara vitamin B12 ditentukan sebanyak 1,0 sampai 1,5 mikrogram.

Untuk mineral, standar menetapkan kandungan zat besi sebesar 3,50 hingga 5,25 miligram per 100 gram. Adapun seng harus berada dalam kisaran 3,0 sampai 4,5 miligram per 100 gram.

Standar tersebut tidak hanya menetapkan angka kandungan zat gizi, tetapi juga mengatur kecocokannya dengan informasi yang dicantumkan produsen. Untuk vitamin dan mineral tertentu, kandungan nyata sedikitnya harus mencapai 80 persen dari nilai pada label. Khusus zat besi dan seng, ketentuan juga menetapkan batas maksimum sebesar 120 persen dari angka label.

Arti Penting Ketelitian Membaca Kemasan

Konsumen dapat memperhatikan nama produk, keterangan fortifikasi, komposisi, serta informasi nilai gizi ketika membeli beras kemasan. Label yang memuat klaim nutrisi seharusnya dapat menjadi informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Temuan pemerintah ini memperlihatkan pentingnya pengawasan terhadap pangan yang mengusung nilai tambah gizi. Produk fortifikasi membawa harapan untuk membantu pemenuhan mikronutrien, sehingga kesesuaian antara kandungan sebenarnya dan keterangan kemasan menjadi bagian penting dari perlindungan konsumen.

Penarikan produk dan pendalaman terhadap pihak terkait menjadi langkah yang menentukan untuk memastikan beras fortifikasi yang tetap beredar memenuhi ketentuan yang berlaku. Masyarakat juga perlu memahami bahwa daftar temuan merupakan bagian dari proses pengawasan, sedangkan penetapan tanggung jawab hukum bergantung pada hasil pemeriksaan dan proses lanjutan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai?

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai matter?

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.