Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Bmkg

Potensi Hujan Sepekan ke Depan BMKG Rilis Status Siaga Jabar Sumut

David Wilson - kabarnaya.com 2 mins read

Tiga Wilayah Potensi Hujan Sepekan ke Depan BMKG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan peta indikasi curah hujan untuk tujuh

Potensi Hujan Sepekan ke Depan  BMKG Rilis Status Siaga Jabar Sumut

BMKG Umumkan Status Siaga Hujan Lebat di Tiga Wilayah

Potensi Hujan Sepekan ke Depan BMKG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan peta indikasi curah hujan untuk tujuh hari ke depan periode 23 hingga 25 Juni 2026. Hasil pemetaan menyoroti dominasi awan gelap yang berpotensi mengakibatkan curah hujan tinggi di berbagai daerah.

Berdasarkan rilis resmi, curah hujan bervariasi mulai dari intensitas ringan, sedang, hingga sangat lebat yang mengenai puluhan provinsi.

Wilayah Terdampak Waspada Hujan Sedang

BMKG mencatat peningkatan aktivitas awan hujan di sekitar garis khatulistiwa, yang memengaruhi wilayah dari ujung barat Sumatra hingga timur Papua. Daftar provinsi yang berstatus waspada adalah:

Pulau Sumatra: Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu.

Pulau Jawa dan Nusa Tenggara: Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat.

Pulau Kalimantan dan Sulawesi: Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.

Wilayah Timur Indonesia: Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan.

Peningkatan Risiko Banjir di Wilayah Siaga

Kondisi cuaca ekstrem berpotensi mengganggu tiga provinsi besar. BPBD setempat diminta lebih intensif mengawasi daerah rentan banjir dan longsor. BMKG menetapkan status siaga untuk ancaman hujan lebat hingga sangat lebat, lengkap dengan kilat dan petir.

Status siaga diberlakukan di Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung, dan Jawa Barat. Wilayah lain tidak menunjukkan tanda-tanda angin kencang yang signifikan.

Masyarakat di daerah siaga disarankan menjauhi zona bantaran sungai serta lereng bukit tandus. Pemantauan saluran air perkotaan menjadi prioritas untuk mencegah genangan berlebihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *