Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Dpr

Key Strategy: DPR Minta Skema Seleksi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Dirombak

Sandra Garcia - kabarnaya.com 3 mins read

DPR Minta Skema Seleksi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Dirombak Evaluasi dan Perbaikan Proses Rekrutmen Key Strategy - Dalam rangka memperkuat strategi

Key Strategy: DPR Minta Skema Seleksi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Dirombak

DPR Minta Skema Seleksi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Dirombak

Evaluasi dan Perbaikan Proses Rekrutmen

Key Strategy – Dalam rangka memperkuat strategi utama peningkatan kualitas manajemen, DPR RI meminta adanya perubahan terhadap skema seleksi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini diusulkan sebagai respons terhadap kejadian beberapa calon manajer yang meninggal dunia saat mengikuti kegiatan retret, yang menunjukkan adanya kelemahan dalam proses pemilihan peserta. Key Strategy menegaskan bahwa kejadian ini memberikan pelajaran penting bagi semua pihak terkait dalam menyusun standar seleksi yang lebih ketat.

Menurut Imas Aan Ubudiyah, anggota Komisi VI DPR RI, skema seleksi saat ini perlu direvisi agar lebih terukur dan mampu melindungi peserta. “Key Strategy untuk memperkuat kesehatan peserta adalah langkah wajib yang seharusnya diintegrasikan sejak awal,” kata Imas dalam wawancara dengan wartawan di Jakarta, Selasa (30/6). Menurutnya, calon manajer harus menjalani tes kesehatan independen sebelum mengikuti retret, sehingga risiko kesehatan dapat diminimalkan.

“Sistem seleksi yang saat ini digunakan tidak cukup memadai karena hanya mengandalkan pemeriksaan dasar. Key Strategy harus mencakup skrining kesehatan menyeluruh, termasuk evaluasi riwayat penyakit dan daya tahan tubuh,” imbuh Imas.

Dengan adanya revisi ini, diharapkan proses pelatihan manajer koperasi tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan administratif, tetapi juga memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta.

Penyempurnaan untuk Keamanan dan Inklusivitas

Imas menekankan bahwa perubahan skema seleksi bukanlah untuk mengurangi semangat pembinaan, tetapi justru untuk memastikan keselamatan dan inklusivitas peserta. “Key Strategy ini bertujuan menciptakan sistem yang lebih transparan, terukur, dan mampu mengakomodasi kebutuhan beragam peserta,” jelas Imas. Ia menambahkan bahwa koperasi desa merupakan tulang punggung perekonomian kerakyatan, sehingga manajer yang dihasilkan harus memiliki kesiapan fisik dan mental yang optimal.

Menurut Imas, kegiatan retret tetap relevan sebagai bagian dari pembinaan manajer koperasi, tetapi harus disertai dengan penambahan risiko mitigasi. “Key Strategy untuk memperkuat proyeksi keberhasilan program KDKMP adalah dengan memastikan setiap peserta memiliki kesehatan yang stabil sebelum mengikuti latihan intensif,” tutur Imas. Ia menyarankan adanya tim medis yang siap mengawasi selama kegiatan berlangsung serta pendokumentasian kondisi kesehatan peserta secara terstruktur.

Pelajaran dari Musibah

Kasus kematian calon manajer KDKMP memberikan kesadaran bahwa proses seleksi harus lebih cermat. “Key Strategy dalam seleksi calon manajer seharusnya mencakup pengujian kemampuan fisik dan psikologis secara menyeluruh,” kata Imas. Ia menyoroti bahwa koperasi desa berperan penting dalam menggerakkan ekonomi lokal, sehingga kegagalan dalam menyeleksi manajer yang tepat dapat memengaruhi kesuksesan program tersebut.

Imas juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas manajemen koperasi adalah bagian dari keberhasilan pembangunan ekonomi desa. “Key Strategy untuk menjaga keberlanjutan program ini adalah dengan menyusun prosedur seleksi yang inklusif, melibatkan berbagai pihak seperti dokter, psikolog, dan ahli koperasi,” tambahnya. Dengan pendekatan ini, kegiatan retret tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga menjadi momen pengukuran potensi peserta secara menyeluruh.

Respons dari Pihak Terkait

Kebutuhan perubahan skema seleksi juga mendapat dukungan dari para anggota DPR lainnya. “Key Strategy yang kita usulkan ini selaras dengan upaya pemerintah meningkatkan kapasitas SDM dalam sektor koperasi,” kata salah satu anggota Komisi VI. Ia menambahkan bahwa revisi ini akan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan sistem koperasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Sementara itu, para pelaku koperasi desa mengapresiasi usulan tersebut. “Key Strategy untuk menghindari risiko kesehatan peserta harus diterapkan secara serius,” ujar salah satu pengurus KDKMP. Ia menegaskan bahwa manajer koperasi yang sehat dan berkualitas akan menjadi aset penting dalam mengelola dana desa secara optimal. Revisi ini juga diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam program pengembangan ekonomi kerakyatan.

Langkah-Langkah Revisi Skema Seleksi

DPR RI berencana mengusulkan revisi skema seleksi calon manajer KDKMP dalam waktu dekat. “Key Strategy dalam penyusunan skema ini adalah memastikan setiap peserta memiliki persiapan yang memadai, baik secara fisik maupun mental,” jelas Imas. Revisi akan mencakup penambahan ujian kesehatan profesional, pelatihan keterampilan manajerial, serta pengawasan terhadap kondisi peserta selama proses pembinaan.

Key Strategy yang diterapkan juga diharapkan mampu menciptakan kepercayaan publik terhadap kualitas manajer koperasi. “Dengan sistem seleksi yang lebih ketat, diharapkan calon manajer memiliki kompetensi teknis yang memadai sekaligus kesadaran akan risiko dalam kegiatan retret,” tutur Imas. Ia menegaskan bahwa revisi ini adalah bagian dari upaya memperkuat koperasi desa sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *