Bripda Nopandri Ditemukan Meninggal di Operasi Antinarkoba Katingan
Bareskrim Kejar Pelaku Penyerangan Anggota Polisi – Anggota polisi dari Polda Kalimantan Tengah, Bripda Nopandri Ramadhana, yang sempat dinyatakan hilang selama operasi anti-narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, kini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (1/7) dini hari, saat tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penyelidikan terhadap dugaan peredaran sabu.
Detik-detik Penyerangan Saat Operasi Antinarkoba
Insiden dimulai saat penyelidikan mengarah pada seseorang dengan inisial BIO, yang diketahui sebelumnya pernah terlibat dalam kasus narkotika. Sebanyak 12 anggota dikerahkan untuk menangani operasi tersebut. Sesampainya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok: satu menangani situasi di rumah target, sementara yang lain berjaga sebagai penjagaan tambahan.
Begitu target operasi diamankan, situasi berubah drastis. Beberapa orang di dalam rumah bersama warga menghadang dengan senjata tajam, khususnya parang. Massa semakin berdatangan dan melakukan serangan menggunakan senjata tajam serta senjata api buatan sendiri. Akibatnya, kondisi memanas hingga personel berusaha menyelamatkan diri sambil meminta bantuan tambahan.
Polisi Imbau Masyarakat Bantu Usut Kasus
Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyampaikan belasungkawa atas kejadian yang menyebabkan kematian anggota tersebut.
“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,”
katanya dalam pernyataan resmi, Sabtu (4/7). Direktorat Bareskrim menegaskan akan melanjutkan penyelidikan hingga tuntas sebagai bentuk komitmen memberikan keadilan kepada anggota yang gugur saat menjalankan tugas.
Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie tewas akibat luka yang dialaminya akibat serangan parang. Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto sempat dilaporkan hilang, namun kini Bripda Nopandri ditemukan dalam kondisi meninggal.
Bareskrim Polri juga telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam proses penyelidikan serta pengejaran terhadap pelaku. Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan para pelaku untuk segera melaporkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti,”
ujarnya.
