Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Perkebunan

Main Agenda: Dari Kakao hingga Tebu, Pemerintah Percepat Hilirisasi Perkebunan Nasional

Mark Jones - kabarnaya.com 2 mins read

Ribu Hektare Main Agenda - Pemerintah mengumumkan inisiatif pengembangan perkebunan rakyat yang melibatkan 870.000 hektare lahan untuk mendukung peningkatan

Main Agenda: Dari Kakao hingga Tebu, Pemerintah Percepat Hilirisasi Perkebunan Nasional

Percepatan Hilirisasi Perkebunan Nasional dengan 870 Ribu Hektare

Main Agenda – Pemerintah mengumumkan inisiatif pengembangan perkebunan rakyat yang melibatkan 870.000 hektare lahan untuk mendukung peningkatan kualitas produksi pertanian dan perkebunan. Langkah ini bertujuan memperkuat ekonomi petani serta menciptakan peluang kerja di berbagai wilayah.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa pemerintah sedang mempercepat proses hilirisasi komoditas perkebunan penting, seperti kakao, kopi, kelapa, dan tebu. Program ini dilaksanakan secara bersamaan dengan perusahaan BUMN pangan dan direncanakan berlangsung hingga tahun 2027.

“Kami bersama semua pihak, termasuk BUMN pangan, sedang berupaya mempercepat hilirisasi dan pengembangan tanaman. Kami fokus pada pengolahan kakao, kopi, kelapa, dan tebu,” ungkap Amran setelah menghadiri rapat dengan Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (18/6).

Lahan Rakyat Terbentang di Berbagai Wilayah

Amran menjelaskan, seluruh area sebesar 870.000 hektare telah disediakan untuk petani di seluruh Indonesia, termasuk kabupaten-kabupaten di Papua. Tujuan utamanya adalah memperluas akses pertanian ke daerah-daerah yang kurang berkembang.

Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa lahan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani untuk meningkatkan hasil panen dan menjaga pasokan bahan baku industri hilir.

Percepatan Industri Hilirisasi Perkebunan

Langkah pemerintah juga mencakup pengembangan fasilitas industri untuk memperkuat nilai tambah produk pertanian. Sebagai contoh, pabrik pengolahan kelapa telah dibangun di Maluku Utara dan diperkirakan selesai pada tahun ini. Proyek serupa sedang dikembangkan di Morowali dan Indragiri Hilir.

“Hilirisasi akan terus dipercepat. Untuk kelapa, pabrik sudah terbangun di Maluku Utara satu, Insyaallah tahun ini selesai dua, lalu Morowali satu, dan Indragiri Hilir,” lanjut Amran.

Menangkal Dampak Cuaca Ekstrem dan Membuka Lapangan Kerja

Dalam upaya menghadapi tantangan pertanian, seperti dampak El Nino yang bisa mengganggu hasil panen, pemerintah memprioritaskan program ini sebagai langkah antisipasi. Selain itu, kebijakan pengembangan perkebunan rakyat akan diberikan dalam bentuk hibah kepada petani.

Amran menegaskan bahwa program ini bertujuan melampaui peningkatan kesejahteraan, sekaligus membuka peluang kerja baru di sektor pertanian dan perkebunan. Dukungan bantuan alat pertanian, seperti traktor, serta pengembangan sawah baru juga menjadi bagian dari strategi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *