Kemendag Luncurkan Program Diskon untuk Dorong Belanja Warga
Special Plan – Dalam rangka memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya beli masyarakat, Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan Special Plan berupa program diskon yang diberikan di berbagai pusat perbelanjaan dan departemen store. Program ini bertujuan mendorong konsumen untuk memilih produk dalam negeri, khususnya pada masa libur seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Mubarak, dan Merdeka Madness.
Kebutuhan Produk Domestik Masih Berkembang
Special Plan ini dirancang untuk memastikan stabilitas konsumsi produk lokal, terutama di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Mendag RI Budi Santoso menjelaskan bahwa pembuatan program diskon bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membeli barang dari dalam negeri. “Kami merancang berbagai program diskon di department store sebagai upaya merangsang konsumsi produk domestik,” kata Budi.
Menurut Budi, kebijakan ini didasari oleh hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan indeks keyakinan konsumen meningkat menjadi 117 pada Juni 2026. Angka tersebut mencerminkan optimisme masyarakat terhadap produk dalam negeri, yang menjadi dasar untuk meluncurkan Special Plan dalam upaya memperkuat perekonomian nasional.
Program BINA dan Kerja Sama Lembaga
Promo diskon dalam Special Plan tersebut termasuk dalam program Belanja di Indonesia Aja (BINA), yang diterapkan dalam kolaborasi dengan HIPPINDO, APPBI, dan Aprindo. BINA dirancang untuk mendorong konsumsi dalam negeri dengan memberikan penawaran menarik kepada konsumen, baik melalui diskon langsung maupun inisiatif digitalisasi.
Program BINA juga mencakup pengembangan produk-produk UMKM yang dipasarkan di pusat perbelanjaan. Menurut Anita Ratnasari Tanjung, Presiden Komisaris Metro Department Store, penjualan produk lokal meningkat signifikan. “Produk UMKM terutama dari Indonesia sangat banyak diminati karena kreatif, inovatif, dan sesuai dengan demand (permintaan). Mereka aktif dalam program digitalisasi,” jelas Anita.
Pertumbuhan Permintaan Produk Fesyen Lokal
Salah satu sektor yang menjadi fokus dalam Special Plan adalah produk fesyen lokal. Budi Santoso menyebutkan bahwa permintaan terhadap sektor ini mencapai kenaikan 4,3 persen. “Sekarang ini, sekitar 60 persen produk dalam negeri sudah menjadi pilihan utama konsumen. Pertama karena kualitasnya, tapi mungkin juga karena permintaan terus meningkat,” kata Budi.
Kemendag juga berharap program ini bisa memperkuat eksistensi merek lokal, terutama di tengah persaingan global yang semakin ketat. Dengan Special Plan, pemerintah ingin memberikan insentif yang konkret, sehingga konsumen lebih terdorong untuk memilih produk dari dalam negeri. “Ini adalah langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan ekonomi lokal,” tambah Budi.
Peran Pusat Perbelanjaan dalam Mendukung Ekonomi
Pusat perbelanjaan menjadi mediator penting dalam Special Plan ini, karena tempat tersebut merupakan titik sentral kegiatan konsumsi masyarakat. Dengan bekerja sama dengan pemilik pusat perbelanjaan, Kemendag berharap bisa menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk produk dalam negeri.
Kemendag juga menekankan bahwa diskon dalam program ini tidak hanya fokus pada harga, tetapi juga pada kualitas produk. “Semua produk yang dipasarkan dalam Special Plan sudah lolos proses kurasi, sehingga pastikan kepuasan konsumen,” kata Anita Ratnasari Tanjung. Ia menambahkan bahwa penjualan produk lokal di Metro Department Store mencapai 60 persen dari total penjualan, yang menunjukkan peningkatan signifikan.
Kebijakan diskon ini diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap peningkatan daya beli warga, terutama di tengah tekanan inflasi dan tingkat kenaikan harga bahan baku. Dengan Special Plan, pemerintah ingin menciptakan ekosistem belanja yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.
Peluang dan Tantangan dalam Implementasi
Kemendag juga mengakui bahwa implementasi Special Plan menghadapi tantangan, seperti persaingan dengan produk impor yang lebih murah. Namun, Budi Santoso yakin bahwa dengan kualitas produk lokal yang terus meningkat, konsumen akan lebih tertarik untuk memilih produk dalam negeri. “Kami percaya bahwa Special Plan bisa menjadi pendorong utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Program ini juga diharapkan bisa menjadi contoh keberhasilan dalam pengembangan strategi pemasaran lokal. Dengan kerja sama yang solid antara Kemendag, pusat perbelanjaan, dan asosiasi industri, Special Plan diharapkan bisa berdampak jangka panjang terhadap perekonomian Indonesia. “Ini bukan sekadar program sementara, tetapi langkah strategis untuk membangun ekonomi yang lebih mandiri,” kata Budi.
