Kartu Merah Breel Embolo: Kejatuhan Swiss di Tangan Argentina di Piala Dunia 2026
Kartu Merah Breel Embolo – Di perempat final Piala Dunia 2026, pemain depan Swiss, Breel Embolo, dikeluarkan dari lapangan berkat keputusan kontroversial wasit setelah terbukti melakukan simulasi diving. Insiden ini menjadi akhir dari perjuangan Rossocrociati, yang kalah dramatis 1-3 melalui babak perpanjangan waktu.
Pertandingan memanas setelah wasit memberikan kartu kuning kepada gelandang Argentina, Leandro Paredes, karena tekel keras. Namun, tayangan ulang VAR mengungkap bahwa Breel Embolo telah menjatuhkan diri sebelum kontak fisik terjadi. Ini memicu keputusan akhir yang mengubah alur pertandingan.
Kehilangan satu pilar lini serang membuat pertahanan Swiss terpuruk. Dengan sepuluh pemain, mereka kesulitan menghadapi agresivitas Tim Tanggo. Di pinggir lapangan, Breel Embolo menangis sambil menerima penghiburan dari rekan-rekan setimnya.
VAR dan Kekalahan Akibat Simulasi
Kartu merah Embolo terjadi setelah keputusan VAR membatalkan kartu kuning yang diberikan wasit awal. Simulasi tersebut mengubah skor akhir menjadi 3-1 untuk Argentina. Momen ini menandai kekalahan Swiss yang memicu kekecewaan besar dalam federasi sepak bola.
VAR juga mencatat insiden ini sebagai kasus kedua pembatalan hukuman kartu di sejarah Piala Dunia. Protokol Mistaken Identity, yang digunakan, memungkinkan asisten video memperbaiki kesalahan wasit.
Kasus Diving yang Berdampak Besar
Breel Embolo menambah daftar pemain yang diusir karena simulasi diving. Data FIFA menunjukkan tindakan tidak sportif ini sering kali merugikan tim nasional. Di bawah 60 tahun terakhir, empat nama tercatat sebagai korban:
- Francesco Totti (Italia): Dikeluarkan melawan Korea Selatan di Piala Dunia 2002.
- Asamoah Gyan (Ghana): Diusir saat menghadapi Brasil di Piala Dunia 2006.
- Luis Pérez (Meksiko): Mendapat kartu merah kedua melawan Portugal di Piala Dunia 2006.
- Breel Embolo (Swiss): Terkena hukuman kartu merah melawan Argentina di Piala Dunia 2026.
“Tangisan penyerang 29 tahun pecah di pinggir lapangan saat rekan setim mencoba memberikan penghiburan.”
