Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Bocah

Bocah Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA, Dapat Apresiasi BSSN

Elizabeth Davis - kabarnaya.com 3 mins read

Ibrahim Al Abrar, seorang siswa berusia 12 tahun dari kelas 6 SDN 3 Genengsari, Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kini

Bocah Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA, Dapat Apresiasi BSSN

Ibrahim Al Abrar, Bocah Boyolali yang Raih Apresiasi NASA dan BSSN

Kabarnaya.com – Ibrahim Al Abrar, seorang siswa berusia 12 tahun dari kelas 6 SDN 3 Genengsari, Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kini menjadi sorotan publik. Anak pasangan Aminuddin Salas dan Hannisa Oktaviani ini berhasil meraih surat penghargaan resmi dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) atas jasanya melaporkan celah keamanan pada sistem publik lembaga tersebut.

Surat apresiasi dari NASA tersebut diterima pada 9 Juli 2026 silam. Melalui kemampuan cybersecurity yang dipelajarinya secara mandiri, Ibrahim menemukan kerentanan dan melaporkannya melalui Vulnerability Disclosure Policy (VDP) milik NASA.

Proses Belajar Mandiri dari Sang Ayah

Ibrahim mengaku mempelajari teknologi jaringan dan keamanan siber secara autodidak. Ia belajar dari sang ayah yang merupakan guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN Kemusu. Sementara itu, ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga.

“Saya membuka berita-berita orang yang berhasil mendapat celah keamanan sistem di NASA. hingga kemudian terinspirasi. Setelah beberapa kali mengirim, temuan celah Ibra akhirnya terverifikasi mendapat surat apresiasi dari NASA tersebut,” tambahnya.

Ibrahim juga pernah mencoba membuat game dan belajar melalui tutorial YouTube maupun artificial intelligence. Ia mengaku mengalami kesulitan saat mempelajari teknologi informasi tersebut, salah satunya karena belum memahami materi sepenuhnya.

Apresiasi BSSN terhadap Etika Siber

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memberikan perhatian khusus kepada Ibrahim. Ayah Ibra, Aminudin, mengemukakan keluarganya mendapatkan undangan khusus ke Pemkab Boyolali untuk bertemu pejabat perwakilan BSSN pada Selasa (21/7).

Dalam pertemuan tersebut, mereka berdiskusi mengenai kemampuan sang anak di bidang keamanan siber hingga pengakuan yang diperolehnya dari NASA.

“BSSN juga memberikan apresiasi terhadap sikap Ibra yang memilih menggunakan kemampuannya untuk hal-hal positif. Salah satu hal yang dinilai menarik dari Ibra adalah etika dalam menggunakan kemampuan di dunia siber,” tegas Aminudin.

Ia mengatakan, Ibrahim memilih melaporkan celah keamanan yang ditemukannya kepada pihak terkait, bukan memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi atau kejahatan. Sikap tersebut mendapat apresiasi dari BSSN.

Menurut Aminudin, BSSN juga berpesan agar kemampuan Ibrahim terus ditingkatkan ke depannya. Hal tersebut dinilai penting agar kemampuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat sekaligus memotivasi orang lain.

Tiket Pendidikan dan Hadiah dari BSSN

Dalam kesempatan tersebut, BSSN juga memberikan tiket kepada Ibrahim untuk mengikuti pendidikan di bidang Siber dan Sandi Negara. Namun, kesempatan tersebut masih cukup panjang untuk direalisasikan.

“Ibra masih duduk di bangku sekolah dasar dan masih harus menyelesaikan pendidikan SMP hingga SMA. Sekolah khusus itu baru bisa dilakukan setelah lulus sekolah. Itu pun tergantung Ibrahim apalah mau atau tidak,” kata Aminudin.

Ibrahim mengaku senang mendapat perhatian dan apresiasi dari BSSN. Dalam pertemuan tersebut, Ibra juga mengaku mendapat sejumlah hadiah, di antaranya tumbler, kaus, hingga sebuah tablet.

“Saya akan berkomitmen meningkatkan kemampuan. Saya akan terus belajar dan mendalami dunia keamanan siber. Bangun portofolio, mencari kerentanan-kerentanan di website lain agar mendapatkan sertifikat untuk nama baik saya,” kata Ibra.

Ia pun telah memiliki rencana untuk memanfaatkan perangkat tersebut untuk mendukung aktivitasnya belajar coding.

“Tadi dapat tumbler, kaos terus dapat tablet iPhone buat coding. Ngetik bisa sangat cepat,” tandasnya.

Cita-Cita Menjadi Profesional Cybersecurity

Ibrahim bercita-cita menjadi cybersecurity profesional. Ia berharap kisah dirinya dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak maupun masyarakat lainnya untuk menggunakan kemampuan yang dimiliki secara bijak dan bertanggung jawab.

“Ibrahim sudah memberikan contoh, bahwa anak kecil saja bisa, maka yang dewasa seharusnya juga bisa,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *