Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Rekayasa

Dishub DKI Berlakukan Rekayasa Lalin di Jalan Cakung-Cilincing, U-Turn Ditutup Mulai 15.00 WIB

Sandra Moore - kabarnaya.com 2 mins read

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan langkah rekayasa lalu lintas di wilayah Jalan Raya Bekasi sampai Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jakarta Timur

Dishub DKI Berlakukan Rekayasa Lalin di Jalan Cakung-Cilincing, U-Turn Ditutup Mulai 15.00 WIB

Rekayasa Lalu Lintas di Cakung-Cilincing: U-Turn Ditutup Sejak Pukul 15.00 WIB

Kabarnaya.com – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan langkah rekayasa lalu lintas di wilayah Jalan Raya Bekasi sampai Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jakarta Timur. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis (23/7) mulai pukul 15.00 WIB.

Kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut disebabkan oleh penumpukan peti kemas di pelabuhan. Kondisi ini muncul karena volume impor yang tinggi tidak diimbangi dengan aktivitas ekspor yang memadai. Akibatnya, peti kemas menumpuk baik di pelabuhan maupun depo, sehingga memicu antrean panjang truk.

Penutupan U-Turn dan Pengaturan Peti Kemas

Untuk mengatasi situasi tersebut, penutupan U-turn akan kembali diterapkan di tiga lokasi, yaitu kawasan Cakung, Babek, dan Jakarta Garden City (JGC). Personel dari Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dan Jakarta Utara akan bertugas di titik-titik tersebut.

Dishub DKI mengerahkan total sekitar 75 personel untuk menjalankan operasi ini. Komposisi personel terdiri dari 30 orang dari Sudin Perhubungan Jakarta Timur, 30 orang dari Sudin Perhubungan Jakarta Utara, serta sekitar 15 personel tingkat provinsi yang disebar di berbagai titik strategis.

Selain mengatur arus lalu lintas, petugas juga memberikan arahan kepada pengemudi truk agar menuju Terminal Tanah Merdeka. Pengemudi diminta menunggu di terminal apabila terjadi antrean panjang menuju depo peti kemas.

Harapan Peningkatan Kapasitas Depo

Budi menyampaikan bahwa solusi jangka panjang diperlukan untuk mencegah kemacetan berulang. Ia menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas depo Pelindo menjadi 75 hingga 80 persen dari kondisi saat ini sebesar 65 persen dapat membantu mengurangi penumpukan peti kemas.

“Kami berharap kapasitas depo Pelindo dapat ditingkatkan dari 65 persen menjadi 75 hingga 80 persen agar tidak terjadi lagi penumpukan peti kemas di depo,” tutupnya.

(Asp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *