Indonesia Tawarkan Investasi Data Center ke China dengan Potensi USD 3,48 Miliar
Kabarnaya.com – Indonesia Tawarkan Investasi Data Center ke China sebagai langkah strategis untuk menarik lebih banyak modal asing. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM secara resmi memperkenalkan peluang pengembangan pusat data kepada para investor dari Tiongkok. Inisiatif ini disampaikan dalam ajang Indonesia-China Partnership Forum yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Kamis lalu. Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal, Andi Maulana, menegaskan bahwa sektor data center memiliki prospek pertumbuhan yang sangat menjanjikan di masa depan.
Momentum Investasi China di Indonesia
Menurut data resmi BKPM, realisasi investasi asal Tiongkok telah mencapai angka yang sangat mengesankan. Sepanjang periode 2021 hingga paruh pertama tahun 2026, total investasi China di Indonesia menyentuh 38,34 miliar dolar AS. Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor Tiongkok terhadap ekonomi Indonesia, tetapi juga menciptakan lebih dari setengah juta lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Dengan fondasi investasi yang kuat ini, pemerintah kini secara aktif menawarkan peluang pengembangan data center kepada para pelaku usaha dari Tiongkok.
Proyeksi Pertumbuhan Pasar yang Menggembirakan
Berdasarkan analisis komprehensif dari Mordor Intelligence yang dikutip oleh BKPM, nilai pasar data center di Indonesia diproyeksikan mencapai 1,44 miliar dolar AS pada tahun 2025. Angka ini kemudian diperkirakan melonjak signifikan menjadi 1,83 miliar dolar AS pada tahun berikutnya, yaitu 2026. Lebih jauh lagi, nilai tersebut diprediksi terus berkembang hingga menyentuh 3,48 miliar dolar AS pada tahun 2031. Pertumbuhan ini didukung oleh laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 13,71 persen yang menunjukkan tren positif jangka panjang.
Secara global, pasar data center juga menunjukkan tren positif yang konsisten. Estimasi menyebutkan nilai pasar dunia akan naik dari 386,71 miliar dolar AS pada 2025 menjadi 684,39 miliar dolar AS pada 2031. Kondisi ini sejalan dengan proyeksi ekonomi digital Indonesia yang memiliki gross merchandise value (GMV) berkisar antara 180 miliar hingga 340 miliar dolar AS pada tahun 2030. Hal ini memperkuat argumen bahwa Indonesia Tawarkan Investasi Data Center pada waktu yang tepat.
Transformasi Ekonomi Digital Nasional
Sektor ekonomi digital kini telah bertransformasi dari sekadar pendukung menjadi pilar utama penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Transformasi ini memberikan dampak signifikan terhadap berbagai lini sektor lainnya di Indonesia. Pemerintah menilai bahwa fondasi kuat telah terbentuk untuk mendukung ekspansi lebih lanjut, termasuk dalam pengembangan infrastruktur digital seperti data center.
“Sebagai salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, Indonesia didukung oleh populasi muda yang berorientasi pada mobile first, akses internet yang semakin luas, serta kebijakan pemerintah yang pro-inovasi,” ujarnya.
Kemampuan Indonesia Tawarkan Investasi Data Center juga didukung oleh lokasi geografis yang strategis dan ketersediaan tenaga kerja terampil. Dengan populasi yang terus bertambah dan adopsi teknologi yang semakin tinggi, kebutuhan akan infrastruktur data center akan terus meningkat. Investor dari Tiongkok diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai hub digital regional di Asia Tenggara.
