Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Di

Di Harlah PKB Prabowo Sebut PDIP Hatinya Sebetulnya Sama Dengan Kita

Jennifer Rodriguez - kabarnaya.com 2 mins read

Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berlangsung di Jakarta pada Kamis malam, 24 Juli, menjadi momen bagi Presiden RI

Di Harlah PKB Prabowo Sebut PDIP Hatinya Sebetulnya Sama Dengan Kita

Prabowo Ungkap Kesamaan Hati PDIP dengan Koalisi Pemerintah di Harlah PKB

Kabarnaya.com – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berlangsung di Jakarta pada Kamis malam, 24 Juli, menjadi momen bagi Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan. Dalam kesempatan tersebut, kepala negara menyoroti peran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan meyakini bahwa partai tersebut pada akhirnya akan bergabung bersama pemerintah serta kekuatan politik lain dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Koalisi yang Solid dan Satu Arah

Prabowo menegaskan keyakinannya terhadap soliditas koalisi saat ini. Ia menyatakan:

“Saya yakin semua partai dalam koalisi, kita sudah berada di arah ini dan berada bersama saya.”

Pernyataan tersebut disampaikan saat presiden menjelaskan urgensi persatuan nasional dalam pengelolaan kekayaan alam Indonesia. Tujuannya adalah agar manfaat sumber daya tersebut dapat dinikmati masyarakat dan tidak mengalir ke luar negeri.

Perbedaan Pandangan sebagai Bagian dari Dinamika

Menurut kepala negara, seluruh partai politik dan elemen bangsa pada dasarnya memiliki cita-cita yang sama, yaitu mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Ia menambahkan bahwa perbedaan pandangan dan kritik dalam dinamika politik merupakan hal yang wajar. Hal tersebut dapat dimaknai sebagai upaya untuk saling mengingatkan demi kepentingan bersama.

Prabowo juga mengungkapkan optimisme bahwa seluruh kekuatan politik besar di Indonesia pada akhirnya dapat bersatu untuk membela kedaulatan negara.

ICOR dan Efisiensi Investasi

Dalam pidatonya, presiden juga menyinggung upaya menekan kebocoran kekayaan bangsa. Langkah ini penting agar anggaran dapat digunakan untuk memastikan pembangunan infrastruktur yang dimanfaatkan masyarakat.

Kepala Negara merujuk kepada Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sebagai indikator efisiensi investasi. Rasio tersebut memperlihatkan seberapa banyak investasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap unit tambahan hasil atau pertumbuhan ekonomi. Indonesia memiliki skor ICOR 6,24 pada 2025 dan 6,50 pada 2024.

Presiden menjelaskan bahwa dengan skor tersebut, untuk mendapatkan pertumbuhan 1 dolar maka perlu dikeluarkan sebanyak sekitar 6,24 dolar. Jumlah itu sendiri memperlihatkan selisih sekitar 2 dolar dari beberapa negara tetangga Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *