Nanik S Deyang Ungkap Alasan Mundur dari Kepala BGN
Kabarnaya.com – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, diyakini oleh Nanik Sudaryati Deyang memahami sepenuhnya alasan pengunduran dirinya dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional. Selain faktor kesehatan yang menjadi pertimbangan utama, ada berbagai alasan lain yang membuat Nanik memutuskan untuk mundur dari jabatannya tersebut. Keputusan ini tentu menarik perhatian banyak pihak, mengingat peran strategis yang diembannya selama ini.
Menurut keterangan yang disampaikan melalui media sosial, Nanik telah melapor secara langsung kepada dua pihak terkait keputusannya. Kedua orang tersebut adalah Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco, serta Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Langkah ini menunjukkan bahwa Nanik ingin memastikan proses pengunduran dirinya berjalan dengan baik dan sesuai prosedur.
Mengapa Memilih Dasco sebagai Tempat Bercerita
Keterangan ini disampaikan melalui akun Facebook milik Nanik Sudaryati Deyang, yang dilansir pada hari Kamis tanggal 23 Juli. Dalam tulisannya, Nanik menjelaskan bahwa ia sering kali berbagi cerita panjang lebar dengan Sufmi Dasco Ahmad. Hal ini karena Dasco tidak pernah menanyakan mengenai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG, serta tidak memiliki kepentingan apapun di MBG.
“Mengapa saya curhat ke Bang Dasco? Kasih tau gak ya??ha ..ha , karena beliau mungkin sedikit pejabat yang kalau ketemu saya tidak pernah bertanya dapur (SPPG), karena beliau tdk punya SPPG,” lanjutnya.
Nanik juga mengungkapkan bahwa berbagai kebijakan penting yang ia ambil selama memimpin BGN selalu dikonsultasikan terlebih dahulu kepada Dasco. Kebijakan-kebijakan tersebut mencakup moratorium pembangunan SPPG, refocusing, hingga penutupan sejumlah SPPG. Hal ini menunjukkan adanya hubungan kerja yang baik antara keduanya selama ini.
Kebijakan Penting Selama Masa Kepemimpinan
Menurut Nanik, semua langkah “radikal” yang ia ambil di BGN terkait moratorium SPPG, refocusing, dan penutupan SPPG pasti ia konsultasikan kepada Bang Dasco terlebih dahulu. Hal ini membuktikan bahwa Dasco memang menjadi sosok yang dipercaya dalam pengambilan keputusan penting. Selain itu, Nanik juga menyebutkan bahwa ia merasa nyaman berbagi cerita dengan Dasco karena tidak ada kepentingan pribadi yang saling tumpang tindih.
Pengunduran diri Nanik dari posisi Kepala BGN ini tentu menjadi perhatian bagi banyak pihak. Sebagai sosok yang telah berkontribusi besar dalam pengembangan gizi nasional, keputusan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan sektor gizi di Indonesia. Nanik sendiri menyatakan bahwa ia merasa puas dengan apa yang telah dicapai selama masa kepemimpinannya.
Dengan demikian, Nanik S Deyang Ungkap Alasan Mundur dari jabatannya dengan jelas dan transparan. Ia merasa bahwa Sufmi Dasco Ahmad adalah orang yang paling tepat untuk memahami alasan di balik keputusannya. Hubungan baik antara keduanya selama ini menjadi fondasi kuat bagi kepercayaan yang diberikan Nanik kepada Dasco.
