Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Gas

Topics Covered: Gas Industri Langka dan Mahal, 55 Ribu Pekerja Terancam PHK

Barbara Miller - kabarnaya.com 2 mins read

gka dan Mahal, 55 Ribu Pekerja Terancam PHK Topics Covered - Kelangkaan dan kenaikan harga gas industri saat ini mengancam hampir 55 ribu pekerja di berbagai

Topics Covered: Gas Industri Langka dan Mahal, 55 Ribu Pekerja Terancam PHK

Gas Industri Langka dan Mahal, 55 Ribu Pekerja Terancam PHK

Topics Covered – Kelangkaan dan kenaikan harga gas industri saat ini mengancam hampir 55 ribu pekerja di berbagai sektor manufaktur, khususnya di Jawa Barat. Situasi ini memicu kekhawatiran serius, karena biaya operasional perusahaan yang mengalami tekanan besar akibat kenaikan harga gas, yang menyebabkan potensi PHK yang signifikan.

Penyebab Kelangkaan Gas Industri

Kelangkaan gas industri di Indonesia terutama disebabkan oleh persaingan antara kebutuhan domestik dan eksportasi. Peningkatan permintaan dari industri kecil dan menengah, serta penggunaan gas untuk kebutuhan rumah tangga, membuat pasokan terbatas. Selain itu, kenaikan harga gas juga terjadi akibat fluktuasi pasar internasional dan ketergantungan pada impor bahan bakar. Menurut data terbaru, harga gas industri telah melonjak hingga USD 23 per MMBTU, dibandingkan dengan USD 6 sebelumnya, yang menciptakan beban ekstra bagi produsen lokal.

Situasi ini memengaruhi berbagai sektor, seperti pabrik keramik di Bekasi, yang menjadi contoh nyata. Perusahaan-perusahaan kecil dan menengah sering kali mengalami kenaikan biaya produksi hingga 30% karena ketergantungan pada gas alam sebagai bahan bakar utama. Peningkatan biaya ini, jika tidak segera dikelola, bisa menyebabkan penurunan produksi atau bahkan penutupan pabrik, yang berdampak langsung pada pengangguran massal.

Respons dari Pemerintah dan Industri

Setelah menerima laporan dari anggota DPR, Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI, menghubungi Simon Aloysius Mantiri, Dirut Pertamina, untuk mendiskusikan langkah pencegahan. Panggilan tersebut dilakukan selama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSPI di Jakarta, Selasa. Dasco mengajak peserta rapat mendekat ke mikrofon agar suara diskusi terdengar secara langsung, menunjukkan kepentingannya untuk mendapatkan solusi cepat.

Pertamina berjanji untuk segera berkoordinasi dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk untuk menangani isu kelangkaan dan kenaikan harga gas. Langkah ini bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan harga bahan bakar, agar industri tidak terjebak dalam krisis. Di sisi lain, KSPSI, yang mengawasi kondisi industri, juga meminta intervensi dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mempercepat respon pemerintah.

“Kita penghasil energi terbesar di dunia, alangkah mirisnya kita malah kekurangan gas di dalam negeri, kita malah ekspor. Itu, mudah-mudahan masalah cepat selesai,” ujar Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, saat memberikan pernyataan resmi dalam Rakernas KSPI.

Sejumlah langkah kongkret telah diambil, seperti pengalihan sementara ke bahan bakar alternatif atau pengoptimalan penggunaan gas. Namun, kebijakan ini masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan masalah jangka panjang. KSPSI bersikeras bahwa solusi harus ditemukan dalam waktu 2-3 hari ke depan, agar tidak terjadi penutupan pabrik lebih lanjut.

Menurut analisis, kelangkaan gas industri bukan hanya isu teknis, tetapi juga ekonomi. Kenaikan biaya produksi bisa menyebabkan penurunan daya saing industri dalam negeri, yang berdampak pada ekspor dan perekonomian nasional. Dengan Topics Covered ini, masyarakat dan pekerja perlu memantau perkembangan kebijakan pemerintah serta kerja sama antar instansi terkait, agar dampak PHK dapat dikurangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *