KabarNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

John Herdman Heran Malaysia Bantai Singapura 6-0 di FIFA ASEAN Cup

Published Oktober 2, 2026 · Updated Oktober 2, 2026 · By Sandra Moore - kabarnaya.com

Foto : Sandra Moore - kabarnaya.com

Indonesia Pastikan Puncak Grup A Setelah Drama Selisih Gol

Kabarnaya.com – Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai pemuncak Grup A setelah menundukkan Bangladesh dengan skor telak 9-2. Hasil tersebut menjadi penutup dramatis bagi persaingan dengan Malaysia, yang pada waktu bersamaan meraih kemenangan 6-0 atas Singapura, Kamis (1/10) malam WIB.

Dua laga terakhir Grup A dimainkan serentak di lokasi berbeda. Indonesia dan Malaysia sama-sama memasuki pertandingan dengan peluang untuk merebut posisi pertama, sehingga bukan hanya kemenangan yang menentukan, melainkan juga perhitungan selisih gol.

Malaysia sempat memberi tekanan besar dalam perburuan tersebut. Kemenangan enam gol tanpa balas atas Singapura membuat mereka untuk sementara berada di posisi yang sangat menguntungkan. Sementara pertandingan Malaysia telah berakhir, Indonesia masih menjalani masa tambahan waktu dengan keunggulan 7-2 atas Bangladesh.

Pada titik itu, Skuad Garuda sempat berada di bawah Malaysia dalam perhitungan selisih gol. Namun, dua gol pada menit-menit akhir mengubah keadaan. Indonesia akhirnya menutup laga dengan skor 9-2 dan mengamankan status juara Grup A, sedangkan Malaysia finis sebagai runner-up dan akan menjalani pertandingan perebutan posisi ketiga.

Herdman Terkejut dengan Hasil Malaysia Kontra Singapura

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku tidak menyangka melihat skor besar yang tercipta pada pertandingan Malaysia melawan Singapura. Ia menilai hasil tersebut tidak lazim jika menilik catatan duel kedua negara pada pertemuan-pertemuan sebelumnya.

“Karena kalau melihat sejarah pertemuan mereka, itu belum pernah terjadi sebelumnya. Biasanya skornya 1-1, 2-1, atau 2-0. Skor terbesar sebelumnya adalah 4-1.”

“Jadi kami sangat terkejut ketika gol demi gol masuk,” kata pelatih asal Inggris itu.

Keunggulan besar Malaysia membuat situasi di Grup A berubah cepat. Indonesia tidak cukup hanya menjaga kemenangan atas Bangladesh, tetapi juga harus mengejar margin gol yang diperlukan untuk kembali memimpin klasemen.

Tekanan itu terasa sepanjang akhir pertandingan. Dengan skor Malaysia yang telah diketahui lebih dahulu, staf pelatih dan para pemain Indonesia harus segera memahami hitungan baru yang berlaku di lapangan. Setiap gol tambahan memiliki arti penting, bukan semata untuk memperbesar kemenangan, melainkan untuk menentukan siapa yang berhak melangkah ke partai puncak.

Pemain Indonesia Sempat Tidak Memahami Situasi

Herdman juga mengungkapkan bahwa perubahan situasi klasemen membuat beberapa pemainnya sempat bingung. Informasi mengenai kebutuhan gol tambahan harus disampaikan dengan jelas agar tim tetap fokus menyelesaikan laga.

Salah satu momen yang disorot Herdman berkaitan dengan Elkan dan Emil Audero. Komunikasi di antara pemain menjadi penting saat Indonesia memasuki fase akhir pertandingan, ketika selisih gol menjadi pembeda utama dalam persaingan dengan Malaysia.

“Dia mengira itu sebuah trik atau taktik. Sampai Emil (Audero) dengan jelas mengatakan kepadanya, ‘Elkan, kita butuh satu gol lagi’,” tambahnya.

Situasi tersebut menggambarkan betapa ketatnya penentuan juara Grup A. Dalam format kompetisi grup, hasil pertandingan sendiri memang menjadi faktor utama, tetapi selisih gol dapat menjadi penentu ketika dua tim bersaing dengan pencapaian yang berdekatan. Karena itu, gol-gol Indonesia pada pengujung laga melawan Bangladesh bukan sekadar pelengkap kemenangan besar.

Kemenangan 9-2 membuat Indonesia menuntaskan fase grup dengan cara meyakinkan. Tim asuhan Herdman menunjukkan daya serang yang produktif, sekaligus mampu menjaga fokus saat kondisi pertandingan berubah akibat hasil dari laga lain.

Bagi Malaysia, hasil 6-0 atas Singapura tetap menjadi kemenangan yang sangat besar. Meski demikian, mereka belum mampu melampaui Indonesia di posisi teratas Grup A dan harus mengalihkan perhatian ke pertandingan perebutan peringkat ketiga.

Sementara itu, Indonesia berhak menatap final FIFA ASEAN Cup 2026. Keberhasilan menjadi juara grup diraih melalui malam yang penuh perhitungan, perubahan emosi, dan kebutuhan untuk terus menekan hingga peluit akhir berbunyi. Drama di dua pertandingan terakhir Grup A juga menunjukkan bahwa dalam perebutan posisi puncak, satu gol dapat mengubah arah perjalanan sebuah tim.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is John Herdman Heran Malaysia Bantai Singapura 6?

John Herdman Heran Malaysia Bantai Singapura 6 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does John Herdman Heran Malaysia Bantai Singapura 6 matter?

John Herdman Heran Malaysia Bantai Singapura 6 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.