Porturin Targetkan Empat Emas untuk Indonesia
Kontingen Tuli Indonesia Bidik Empat Medali Emas di Penang
Kabarnaya.com – Perhimpunan Olahraga Tunarungu Indonesia (Porturin) memasang sasaran empat medali emas bagi kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship 2026. Kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung di Penang, Malaysia, pada 3 hingga 10 Oktober 2026.
Target itu dibawa oleh 17 atlet Indonesia yang tampil dalam empat cabang olahraga, yakni badminton, atletik, catur, dan bowling. Partisipasi kali ini juga menjadi momen penting karena Indonesia untuk pertama kalinya mengirim wakil pada nomor bowling di ajang Asia Pacific Deaf Multi Sport.
Sekretaris Jenderal Porturin, Laura Lesmana Wijaya, menyampaikan optimisme bahwa target empat emas dapat diraih melalui persiapan dan perjuangan seluruh atlet.
“Di kesempatan Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship tahun ini, kami targetkan bawa empat emas untuk Indonesia,” kata Laura Lesmana Wijaya.
Pelepasan Kontingen Tuli Indonesia digelar oleh Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis, 1 Oktober. Acara tersebut menjadi penanda keberangkatan tim menuju kompetisi yang mempertemukan atlet-atlet tuli dari kawasan Asia Pasifik.
Nilai Penting Sistem Poin
Bagi Porturin, keikutsertaan pada kejuaraan di Penang bukan semata soal perolehan medali. Laura menilai format kompetisi ini memiliki nilai strategis karena menerapkan sistem poin bagi atlet yang bertanding. Sistem tersebut berbeda dengan kompetisi tingkat ASEAN yang disebut tidak menggunakan penghitungan poin.
Dengan adanya poin, performa atlet dalam setiap pertandingan memiliki arti lebih luas. Hasil yang baik dapat menjadi bekal penting bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam persaingan yang lebih tinggi. Karena itu, kesempatan tampil di Penang dipandang perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh anggota kontingen.
“Di sana ada sistem poin. Di ASEAN tidak ada poin. Jadi sistemnya siapa yang terbaik dia yang akan lolos. Di kesempatan ini mendapatkan poin memberikan motivasi untuk atletnya membawa nama Indonesia,” ujarnya.
Sistem tersebut turut memberi dorongan tersendiri bagi para peserta. Atlet tidak hanya membawa target pribadi dan organisasi, tetapi juga tampil dengan tanggung jawab mewakili Indonesia. Dalam ajang dengan persaingan lintas negara, konsistensi dan kemampuan menjaga penampilan menjadi faktor penting untuk mengejar hasil terbaik.
Badminton Jadi Cabang dengan Atlet Terbanyak
Dari total 17 atlet yang diberangkatkan, badminton menjadi cabang olahraga dengan jumlah wakil terbanyak. Porturin mengirim 10 atlet untuk cabang tersebut. Sisa atlet akan berkompetisi pada atletik, catur, serta bowling.
Jumlah kontingen yang lebih besar dibandingkan keberangkatan sebelumnya menjadi hal yang disambut positif oleh Porturin. Kehadiran atlet dari beberapa cabang membuka peluang Indonesia untuk bersaing melalui lebih dari satu jalur pertandingan, sekaligus memberikan pengalaman internasional kepada para peserta.
“Paling banyak atlet badminton, total 10 orang,” kata Laura.
Bowling menjadi perhatian khusus dalam keikutsertaan Indonesia tahun ini. Cabang tersebut menandai debut kontingen Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship. Laura mengungkapkan bahwa kehadiran wakil Indonesia di nomor itu bahkan sempat menarik perhatian peserta dari negara lain.
“Dari negara lain sempat bertanya, ternyata ada utusan Indonesia untuk cabang bowling. Tapi memang ini pertama kali buat Indonesia,” katanya.
Debut bowling memperlihatkan bahwa komposisi kontingen Indonesia tidak hanya bertumpu pada cabang yang telah memiliki jumlah atlet besar. Kehadiran wakil di cabang baru memberi ruang bagi atlet untuk memperoleh pengalaman bertanding di tingkat internasional, sekaligus memperluas keterlibatan Indonesia dalam program olahraga tuli.
Persaingan Ketat Menjadi Tantangan
Meski empat emas menjadi target, Porturin tidak menjanjikan status juara umum. Laura menegaskan bahwa kompetisi di Penang akan berlangsung ketat karena Indonesia akan menghadapi atlet-atlet berkualitas dari berbagai negara.
India dan Korea Selatan termasuk negara yang disebut memiliki pesaing kuat. Kondisi itu membuat setiap pertandingan perlu dihadapi dengan persiapan matang dan fokus penuh. Target medali tetap menjadi arah perjuangan kontingen, namun pencapaiannya akan bergantung pada penampilan atlet di arena pertandingan.
“Iya karena pesaingnya juga berat, ada atlet dari India, Korea Selatan, yang permainan juga hebat,” kata Laura.
Bagi Indonesia, kejuaraan ini menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan atlet tuli pada panggung Asia Pasifik. Empat cabang yang diikuti menghadirkan karakter pertandingan berbeda, dari duel teknis di badminton dan bowling, ketahanan serta kecepatan dalam atletik, hingga ketelitian pengambilan keputusan di catur.
Kontingen Indonesia berangkat dengan target yang jelas, tetapi juga dengan kesadaran akan beratnya kompetisi. Perolehan poin, kesempatan tampil di berbagai cabang, dan debut pada bowling menjadi bagian dari arti penting perjalanan mereka ke Penang. Selama 3–10 Oktober, 17 atlet tersebut akan membawa harapan untuk meraih hasil maksimal dan mengibarkan nama Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship 2026.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Porturin Targetkan Empat Emas untuk Indonesia?Porturin Targetkan Empat Emas untuk Indonesia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Porturin Targetkan Empat Emas untuk Indonesia matter?Porturin Targetkan Empat Emas untuk Indonesia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.