Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
12

12 Lokasi Digeledah – Polri Sita Setengah Triliun Lebih Terkait Perkara Kafe de Clan Signature

Elizabeth Davis - kabarnaya.com 3 mins read

dan Emas Rp500 Miliar Lebih 12 Lokasi Digeledah - Penggeledahan di 12 lokasi berbagai daerah menjadi sorotan publik setelah Tim penyidik Polri melakukan

12 Lokasi Digeledah – Polri Sita Setengah Triliun Lebih Terkait Perkara Kafe de Clan Signature

12 Lokasi Digeledah Polri, Sita Uang dan Emas Rp500 Miliar Lebih

12 Lokasi Digeledah – Penggeledahan di 12 lokasi berbagai daerah menjadi sorotan publik setelah Tim penyidik Polri melakukan operasi penyelidikan di Jakarta dan sekitarnya. Aksi ini merupakan bagian dari upaya mengungkap dugaan tindak pidana korupsi serta pencucian uang (TPPU) yang menyeret sejumlah perusahaan besar. Dalam operasi tersebut, lebih dari setengah triliun rupiah barang bukti, termasuk emas dan uang asing, berhasil diamankan. Proses penggeledahan dilakukan guna mengumpulkan bukti-bukti penting yang mendukung penyelidikan kasus kafe de’Clan Signature dan perusahaan lain yang terlibat.

Barang Bukti yang Disita dalam Penggeledahan 12 Lokasi

Hasil sitaan dari penggeledahan di 12 lokasi tergabung dalam berbagai macam barang bukti, termasuk emas batangan, uang tunai, dan dokumen pendukung. Total nilai barang yang diamankan mencapai lebih dari setengah triliun rupiah, dengan sebagian besar dari dana yang berasal dari Kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer. Selain itu, barang bukti lainnya seperti dokumen keuangan dan perangkat elektronik juga diamankan, membantu penyidik dalam mengelaborasi alur dana korupsi.

“Penggeledahan ini dilakukan untuk mengumpulkan semua bukti terkait dugaan korupsi dan pencucian uang yang terjadi di berbagai lokasi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam pernyataan resmi.

12 Lokasi yang Menjadi Fokus Penggeledahan

Dalam rangka menyelidiki tiga kasus utama, penyidik Polri melakukan penggeledahan di 12 lokasi strategis. Lokasi utama termasuk Kafe de’Clan Signature di Cipete, Koin Money Changer di Cipete Selatan, serta beberapa kantor perusahaan yang diduga terlibat dalam skema korupsi. Berikut daftar lengkap lokasi yang digeledah:

  • Kafe de’Clan Signature, Cipete
  • Koin Money Changer, Cipete Selatan
  • PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat
  • PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara
  • PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat
  • Rumah Sdr. MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan
  • Rumah Sdr. TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan
  • Kantor/Grup DMG/CP, Kuningan, Jakarta Selatan
  • PT PML, Karet Kuningan, Jakarta Selatan
  • Rumah Sdr. DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan
  • Rumah Sdri. MILDK, Apartement Pacific Place, Jakarta Selatan
  • Rumah di Sentul, Kabupaten Bogor

Detail Barang yang Diamankan di Setiap Lokasi

Dari 12 lokasi yang digeledah, uang tunai dan emas menjadi fokus utama. Di Kafe de’Clan Signature, penyidik menyita uang dalam bentuk SGD 3.130.000, US$ 889.965, dan Rp 259.159.000. Sementara di Koin Money Changer, uang asing senilai sekitar Rp 7,2 miliar diamankan. Selain itu, di lokasi lain seperti rumah Sdr. MN di Serpong Utara dan Sentul, barang bukti seperti emas batangan seberat 74 kilogram serta uang tunai Rp 100 juta juga ditemukan.

  • Kafe de’Clan Signature Cipete:
    • SGD 3.130.000
    • US$ 889.965
    • Rp 259.159.000
  • Koin Money Changer:
    • Mata uang asing senilai sekitar Rp 7,2 miliar
  • Rumah mewah di Sentul, Kabupaten Bogor:
    • 74 kilogram emas batangan
    • US$ 4.767.300
    • USG14.083.800 dolar Singapura
    • Uang tunai Rp 100 juta

Kasus Utama yang Dikaitkan dengan 12 Lokasi Digeledah

Penggeledahan di 12 lokasi ini berlangsung dalam rangka mengungkap tiga kasus utama: pemadaman listrik yang melibatkan PT PLN (Persero), korupsi di PT Asabri dan Jiwasraya tahun 2020–2025, serta dugaan pencucian uang terkait penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI. Kasus pemadaman listrik dianggap sebagai salah satu peluang untuk mengidentifikasi alur dana yang dugaan terkait korupsi. Sementara itu, kasus korupsi di PT Asabri dan Jiwasraya terus menjadi sorotan karena skandal besar yang menyeret puluhan miliar rupiah.

“Seluruh lokasi digeledah sebagai bagian dari penyidikan terhadap kasus-kasus tersebut,” tambah Totok Suharyanto, Kepala Kortastipidkor Polri.

Keterlibatan Perusahaan dan Perkembangan Penyelidikan

Dalam penyelidikan terkait penggeledahan di 12 lokasi, penyidik mengungkap bahwa PT CBS, PT KNI, dan PT PML menjadi pelaku utama dalam skema korupsi. Perusahaan-perusahaan ini diduga terlibat dalam alur dana pencucian uang dan pemadaman listrik. Selain itu, PT PLN (Persero) dan PT Asabri juga menjadi pihak yang terlibat dalam kasus pemadaman listrik dan korupsi. Penyidikan ini dilakukan dalam beberapa hari terakhir, dengan hasil sitaan yang akan menjadi dasar dalam penyelidikan lebih lanjut.

Hasil Sitaan dan Kepast

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *