Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
3

3 Pekerja Proyek PAM Jaya Meninggal Dunia Keracunan Gas

Christopher Brown - kabarnaya.com 4 mins read

AM Jaya Meninggal karena Keracunan Gas 3 Pekerja Proyek PAM Jaya Meninggal - Kemarin, Kamis (9/7), tiga pekerja yang sedang bekerja pada proyek PAM Jaya

3 Pekerja Proyek PAM Jaya Meninggal Dunia Keracunan Gas

3 Pekerja Proyek PAM Jaya Meninggal karena Keracunan Gas

3 Pekerja Proyek PAM Jaya Meninggal – Kemarin, Kamis (9/7), tiga pekerja yang sedang bekerja pada proyek PAM Jaya mengalami kecelakaan fatal akibat keracunan gas. Kejadian ini terjadi di gorong-gorong Jalan Mabes Hankam, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, tepat di dekat Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Pekerja-proyek PAM Jaya tersebut ditemukan tidak sadarkan diri oleh rekan-rekan mereka saat sedang melakukan pemasangan jaringan air bersih. Kecelakaan ini menimbulkan perhatian publik dan menjadi sorotan karena dampaknya terhadap keselamatan di lingkungan kerja. Berdasarkan laporan terbaru, tiga korban meninggal dunia akibat paparan gas yang tidak terdeteksi sebelumnya, meski mereka sudah dilengkapi alat pelindung diri.

Proses Evakuasi dan Penyebab Kecelakaan

“Tim pemadam kebakaran Jakarta Timur mengerahkan 12 personel ke lokasi. Mereka tiba sekitar pukul 09.55 dan segera melakukan evakuasi ketiga korban. Proses penyelamatan berlangsung selama dua jam, hingga semua jenazah berhasil dikeluarkan dari gorong-gorong,” jelas Abdul Wahid, Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, kepada wartawan.

Menurut Wahid, insiden dimulai saat salah satu pekerja menuruni tangga gorong-gorong untuk menyelesaikan tugas pemasangan jaringan air. Saat itu, korban pertama kehilangan kesadaran secara mendadak. Rekan-rekannya yang segera turun untuk menolong juga terkena dampak serupa, hingga kehilangan kesadaran. Sementara itu, satu pekerja lainnya yang turun untuk membantu, terpapar gas yang menyebabkan kondisi kritis. “Mereka menggunakan alat pelindung diri lengkap, termasuk tabung oksigen, tetapi gas yang terlepas masih berbahaya,” tambah Wahid.

Analisis Gas dan Faktor Penyebab

Berdasarkan data yang diperoleh, gas yang menyebabkan kecelakaan ini diduga berasal dari sistem pipa pembuangan air limbah. Sebab, lokasi kejadian berada di area terbuka yang biasanya memiliki risiko penggunaan gas metana dari aktivitas pengerukan tanah. “Ada kemungkinan kebocoran gas terjadi saat pekerja melakukan penggalian jaringan PAM Jaya. Walaupun alat pelindung diri sudah dipakai, gas mungkin bocor secara tiba-tiba dan menyebabkan keracunan massal,” papar Abdul Wahid.

Dalam proses evakuasi, petugas kebakaran langsung melakukan pemeriksaan terhadap lingkungan gorong-gorong. Ditemukan bahwa area tersebut sedang dalam kondisi terkunci dan sirkulasi udara terbatas. Faktor ini berpotensi memperparah dampak keracunan. “Kami menduga ada kekurangan dalam sistem ventilasi atau penggunaan alat deteksi gas di lokasi. Hal ini perlu ditinjau ulang,” tambahnya.

Kondisi Korban dan Dampak Kecelakaan

Ketiga korban dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani proses identifikasi di rumah sakit. Dalam pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kecelakaan luar biasa, sehingga penyebab utamanya diperkirakan berasal dari paparan gas beracun. “Korban terpapar gas secara langsung di dalam gorong-gorong, yang berisiko tinggi karena aktivitas pengerjaan yang berlangsung dalam ruang sempit dan keterbatasan ventilasi,” ujar Wahid.

Kejadian ini menimbulkan dampak signifikan terhadap proyek PAM Jaya yang bertujuan meningkatkan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah DKI Jakarta. Kecelakaan ini menjadi pengingat penting bagi pihak pengelola proyek dan pemerintah daerah untuk memastikan kesehatan dan keselamatan pekerja selama pengerjaan. “Selain itu, masyarakat sekitar juga perlu diberi informasi tentang potensi risiko gas di lingkungan kerja,” tambah Wahid.

Langkah Pemerintah dan Penyelidikan Selanjutnya

Pemerintah DKI Jakarta dan pihak terkait sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Tim investigasi melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait lainnya. “Kami akan memeriksa keberadaan alat pelindung diri, prosedur kerja, serta sistem ventilasi di lokasi. Selain itu, akan dilakukan evaluasi keselamatan pekerja di proyek PAM Jaya,” jelas Wahid.

Penyelidikan ini juga melibatkan pengambilan sampel gas dari lokasi kejadian untuk memastikan jenis dan konsentrasi gas yang menyebabkan kecelakaan. Selain itu, pihak berwenang meninjau kembali protokol kerja di area gorong-gorong. “Kecelakaan ini menunjukkan pentingnya penggunaan alat deteksi gas dan pelatihan keselamatan kerja yang lebih intensif bagi pekerja proyek PAM Jaya,” tambah Wahid.

Pengembangan Proyek dan Langkah Pemulihan

Proyek PAM Jaya yang sedang berjalan kini mengalami hambatan setelah insiden ini. Sejumlah pekerja diberi izin sementara untuk melakukan kegiatan di area lain. “Kami sedang mengatur kembali aktivitas pengerjaan dengan memastikan semua persiapan keselamatan telah dilakukan secara lengkap,” kata Wahid. Dalam waktu dekat, pihak terkait akan memperbaiki sistem pengamanan dan melakukan pengecekan kembali di setiap titik pengerjaan.

Insiden ini juga menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas pengawasan di proyek-proyek infrastruktur yang berisiko tinggi. Pemangku kepentingan berharap kecelakaan serupa tidak terulang. “3 Pekerja Proyek PAM Jaya yang meninggal mengingatkan kita betapa pentingnya keselamatan dalam pekerjaan di lingkungan terbatas seperti gorong-gorong,” pungkas Wahid. Semua langkah yang diambil diharapkan dapat mengurangi risiko serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *