Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Jaksa

Meeting Results: Jaksa Agung Bakal Satukan Pidum dan Pidsus jadi JAM Operasi

Barbara Miller - kabarnaya.com 3 mins read

Jaksa Agung Rencanakan Integrasi Pidum dan Pidsus Jadi JAM Operasi Meeting Results - Dalam seminar nasional yang digelar di Jakarta pada Rabu (24/6), Jaksa

Meeting Results: Jaksa Agung Bakal Satukan Pidum dan Pidsus jadi JAM Operasi

Jaksa Agung Rencanakan Integrasi Pidum dan Pidsus Jadi JAM Operasi

Meeting Results – Dalam seminar nasional yang digelar di Jakarta pada Rabu (24/6), Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan rencana integrasi fungsi Pidum (Pidana Umum) dan Pidsus (Pidana Khusus) di Kejaksaan Agung. Kebijakan ini bertujuan menciptakan unit baru bernama Jaksa Agung Muda Operasi atau JAM Operasi, yang akan menjadi wadah untuk mengoptimalkan tugas penuntutan dan penyelidikan. Rencana ini merupakan hasil diskusi yang diungkap dalam Meeting Results, yang menyoroti kebutuhan penyederhanaan proses hukum di lingkungan kejaksaan.

Peran KUHP dan KUHAP dalam Revisi Struktur Kejaksaan

Meeting Results menekankan pentingnya penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dalam penyesuaian struktur organisasi. Burhanuddin menjelaskan bahwa Pidum dan Pidsus selama ini memiliki fungsi yang terpisah, tetapi kegabungan keduanya diharapkan mempercepat koordinasi antarunit. Selain itu, ia menyebutkan bahwa KUHP dan KUHAP menjadi dasar untuk memperkuat efisiensi dalam mengelola kasus hukum, terutama dalam implementasi mekanisme alternatif penyelesaian sengketa.

“Penerapan KUHP dan KUHAP akan lebih optimal jika dipadukan dengan sistem operasional yang lebih terpadu,” tutur Burhanuddin.

Perspektif tentang Fungsi Pidum dan Pidsus

Dalam Meeting Results, Burhanuddin mengatakan bahwa fungsi Pidum dan Pidsus sebelumnya terasa kurang efektif karena prosesnya terpecah. Pidum, yang menangani kasus hukum umum, dan Pidsus, yang fokus pada kasus khusus seperti korupsi atau kejahatan terorganisir, selama ini membutuhkan komunikasi intensif antarunit. Dengan kegabungan, diharapkan dapat mengurangi tumpang tindih tugas dan meningkatkan kecepatan dalam penyelidikan serta penuntutan. Perubahan ini juga dianggap sebagai langkah untuk menjawab dinamika tuntutan hukum yang semakin kompleks.

Manfaat dan Tujuan Integrasi

Meeting Results menjelaskan bahwa tujuan utama dari rencana ini adalah menghasilkan sistem yang lebih fleksibel dan adaptif. Dengan pembentukan JAM Operasi, Jaksa Agung berharap memperkuat kemampuan kejaksaan dalam menangani berbagai jenis kasus secara terpadu. Selain itu, ia menyatakan bahwa kegabungan ini bisa meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, karena akan menggabungkan pengalaman dan keahlian dari kedua divisi. Penyesuaian ini juga diharapkan menjadi bagian dari reformasi hukum nasional yang sedang digalakkan.

“Dengan integrasi ini, kami ingin menciptakan unit yang bisa melakukan tugas dengan lebih efisien,” kata Burhanuddin dalam Meeting Results.

Konteks dan Harapan dari Rencana ini

Rencana pembentukan JAM Operasi muncul sebagai respons atas dinamika penyelidikan dan penuntutan yang terus berkembang. Meeting Results menyebutkan bahwa reformasi ini juga merupakan hasil masukan dari para ahli hukum dan praktisi yang hadir dalam seminar tersebut. Burhanuddin menegaskan bahwa kejaksaan akan terus mempertimbangkan saran yang diberikan guna memastikan kegabungan Pidum dan Pidsus tidak mengganggu kinerja masing-masing fungsi. Di sisi lain, ia berharap rancangan ini bisa mendapat dukungan luas dari berbagai pihak agar segera diimplementasikan.

Persiapan dan Tantangan Implementasi

Meeting Results menyatakan bahwa penerapan JAM Operasi masih dalam tahap wacana dan perlu dibahas lebih lanjut. Burhanuddin menekankan bahwa proses ini memerlukan persiapan matang, termasuk pengadaan sumber daya manusia dan rencana pelatihan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkah ini bisa menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan hukum di Indonesia. Kejaksaan Agung juga berharap bahwa kegabungan Pidum dan Pidsus akan meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam penegakan hukum, terutama dalam kasus-kasus yang menyangkut korupsi atau kejahatan terstruktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *