Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Presiden

Key Discussion: Presiden KSPSI Sebut 55.000 Buruh Terancam PHK

Barbara Miller - kabarnaya.com 3 mins read

Key Discussion: Presiden KSPSI Sebut 55.000 Buruh Terancam PHK Key Discussion - Dalam Key Discussion terbaru, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh

Key Discussion: Presiden KSPSI Sebut 55.000 Buruh Terancam PHK

Key Discussion – Dalam Key Discussion terbaru, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengungkapkan bahwa sekitar 55.000 pekerja di berbagai sektor industri sedang menghadapi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat tekanan ekonomi yang terus menguat. Pernyataan ini dibuat setelah ia menghadiri pertemuan penting dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Cucun Ahmad Syamsuridjal, serta Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Dalam Key Discussion tersebut, Andi menjelaskan bahwa masalah PHK tidak hanya terbatas pada satu perusahaan saja, melainkan mulai menyebar ke berbagai sektor, yang memperparah kekhawatiran buruh terhadap kesejahteraan dan stabilitas ekonomi.

PHK Menyebar, PT Granito Jadi Contoh Kasus

Andi menyoroti kasus PT Granito sebagai contoh nyata yang menggambarkan krisis ketenagakerjaan. Perusahaan ini dikabarkan telah menutup operasional secara total, menyebabkan hampir seluruh karyawan kehilangan pekerjaan. Dalam Key Discussion, ia menekankan bahwa penutupan perusahaan tersebut memicu kekhawatiran bahwa kondisi serupa bisa terjadi di perusahaan lain, terutama di sektor yang paling rentan terhadap tekanan pasar global. Selain itu, Andi juga mengungkapkan bahwa PHK di sektor industri bisa mencapai angka yang lebih tinggi, bahkan hampir 150.000 buruh, jika tidak ada kebijakan pemerintah yang segera diambil.

Krisis Pasokan Gas Industri Jadi Poin Penting

Menurut Key Discussion, pertemuan antara Presiden KSPSI dengan para menteri tidak hanya fokus pada PHK, tetapi juga mengupas isu krisis pasokan gas industri yang memberatkan sektor usaha. Andi menyatakan bahwa pasokan gas yang tidak stabil mengancam produktivitas industri dan bisa memperburuk situasi ketenagakerjaan. Dalam Key Discussion, ia meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret, seperti perluasan kerja sama dengan produsen gas dalam negeri atau pengaturan harga yang lebih masuk akal, agar pasokan gas bisa kembali stabil dan meminimalkan dampak negatif terhadap pekerja.

KSPSI menjadi salah satu organisasi yang paling terdampak. Sekitar 55.000 pekerja sudah terancam PHK, kata Andi kepada wartawan.

Andi menegaskan bahwa KSPSI telah mengumpulkan data dari berbagai lapangan, termasuk perusahaan-perusahaan kecil dan menengah (UKM) yang juga mengalami penurunan produksi. Dalam Key Discussion, ia menyoroti bahwa kebijakan yang diambil pemerintah tidak hanya harus fokus pada solusi jangka pendek, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pekerja secara keseluruhan. Ia menambahkan bahwa perusahaan yang tutup operasional seperti PT Granito menjadi indikator awal bahwa tekanan ekonomi mulai memengaruhi kemampuan perusahaan untuk beroperasi.

Krisis pasokan gas industri menjadi fokus utama. Ia berharap pemerintah segera mengeluarkan keputusan,

Menurut Key Discussion, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk mendorong kebijakan pemerintah yang lebih responsif terhadap kebutuhan buruh. Andi mengingatkan bahwa krisis ekonomi tidak hanya mengakibatkan PHK, tetapi juga mengganggu kesejahteraan keluarga pekerja. Dalam Key Discussion, ia menekankan pentingnya kebijakan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus melindungi pekerja yang sudah ada. Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu memperhatikan adanya risiko dari RKAB (Rencana Kerja Anggaran) yang juga bisa menjadi penyebab PHK dalam skala besar.

Semoga Senin sudah ada keputusan mengenai kedua isu tersebut, ujarnya.

Dalam Key Discussion, Andi menyatakan bahwa pemerintah perlu berkoordinasi lebih intensif dengan organisasi buruh untuk mempercepat solusi. Ia menambahkan bahwa PHK massal bisa menjadi indikator utama krisis ekonomi yang lebih luas, yang memengaruhi berbagai sektor produktif. Pada saat yang sama, Andi berharap kebijakan RKAB bisa dirancang dengan lebih tepat, agar tidak mengakibatkan pengangguran yang bertambah. Dengan Key Discussion ini, KSPSI berharap mendorong kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan untuk memastikan kesejahteraan pekerja tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *