Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Prabowo

Main Agenda: Prabowo: Indonesia dan Singapura Berkepentingan Jaga Keamanan Selat Malaka

Elizabeth Davis - kabarnaya.com 3 mins read

Prabowo: Indonesia dan Singapura Prioritaskan Keamanan Selat Malaka Main Agenda - Dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin

Main Agenda: Prabowo: Indonesia dan Singapura Berkepentingan Jaga Keamanan Selat Malaka

Prabowo: Indonesia dan Singapura Prioritaskan Keamanan Selat Malaka

Main Agenda – Dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (6/7), Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi pentingnya Main Agenda keamanan Selat Malaka sebagai bagian dari kerja sama antar-negara Asia Tenggara. Kedua negara, Indonesia dan Singapura, yang memiliki batas laut langsung di wilayah strait tersebut, sepakat bahwa Main Agenda ini harus menjadi prioritas dalam memastikan jalur pelayaran tetap aman, lancar, dan terbuka bagi seluruh pengguna.

Kedua pemimpin menekankan bahwa Selat Malaka merupakan jalur vital yang menyumbang hampir 30% dari perdagangan global. Sebagai penghubung antara Samudra Hindia dan Pasifik, wilayah ini menjadi titik penting bagi keberlanjutan ekonomi dan kestabilan geopolitik kawasan. Prabowo mengungkapkan bahwa Main Agenda ini bukan sekadar kepentingan Indonesia, tetapi juga berdampak langsung pada Singapura yang bergantung pada keamanan laut untuk perdagangan internasional.

“Kita kembali mempertegas komitmen bersama Indonesia dan Singapura terhadap keamanan Selat Malaka. Sebagai negara yang berbatasan langsung, kita saling memprioritaskan jalur pelayaran bebas bagi semua pihak,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Prabowo menambahkan bahwa Main Agenda keamanan Selat Malaka juga mencakup upaya mencegah ancaman seperti polusi laut, kecelakaan kapal, dan perompahan sumber daya alam. Ia menekankan bahwa kepemimpinan bersama antara kedua negara adalah kunci untuk mengantisipasi tantangan yang terus berkembang. “Kerja sama yang erat akan memastikan Selat Malaka tetap menjadi jalur perdagangan yang terjangkau dan aman,” imbuhnya.

Kemitraan yang Berkelanjutan

Menurut Prabowo, Main Agenda ini tidak hanya tentang keamanan fisik, tetapi juga mencakup pembangunan ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan. “Kerja sama dengan Singapura selama beberapa dekade menunjukkan bahwa kepentingan bersama dapat terwujud melalui kepercayaan dan keseriusan,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan Main Agenda ini bergantung pada kesinambungan komunikasi dan koordinasi antara kedua negara.

“Kedua negara memiliki kepentingan strategis yang sejalan dalam menjaga keamanan Selat Malaka dan Selat Singapura sebagai jalur pelayaran internasional yang terbuka,” tambah Perdana Menteri Lawrence Wong.

Lawrence Wong menegaskan bahwa kebijakan Main Agenda ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi rakyat Asia Tenggara. “Stabilitas, pertumbuhan, dan kemakmuran kawasan bisa tercapai melalui kebersamaan kita dalam menjaga keamanan laut,” pungkasnya. Ia juga menyebutkan bahwa jalur lintas transit kapal yang tidak terganggu menjadi elemen utama dalam Main Agenda kerja sama bilateral.

Prabowo menyatakan bahwa Main Agenda keamanan Selat Malaka tidak hanya berdampak pada kedua negara, tetapi juga pada negara-negara lain yang berbatasan langsung, seperti Malaysia dan Thailand. “Kita akan terus berkoordinasi dengan negara-negara tetangga untuk memastikan kebijakan hukum laut internasional dijalankan secara konsisten,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa Main Agenda ini juga melibatkan penguatan kerja sama antar-organisasi regional seperti ASEAN.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengapresiasi langkah Prabowo dalam memperkuat Main Agenda keamanan Selat Malaka. “Selat Malaka adalah penggerak ekonomi global, dan keamanannya menjadi tanggung jawab bersama kita sebagai negara-negara yang berbatasan langsung,” katanya. Ia berharap kebijakan ini akan memperkuat kepercayaan dan saling ketergantungan antara kedua negara.

Prabowo juga menyoroti pentingnya Main Agenda dalam konteks kebijakan luar negeri Indonesia. “Selat Malaka tidak hanya jalur perdagangan, tetapi juga simbol kerja sama antar-negara yang saling menguntungkan,” tegasnya. Ia berharap Main Agenda ini akan menjadi fondasi untuk kerja sama yang lebih luas di masa depan, termasuk dalam memperkuat posisi kawasan Asia Tenggara dalam dinamika global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *