Indonesia Pilih 3-4-3 untuk Hadapi Thailand di Final ASEAN Cup 2026
Kabarnaya.com – Timnas Indonesia menurunkan pendekatan menyerang saat menghadapi Thailand pada partai final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10) malam. John Herdman memilih susunan 3-4-3, sebuah perubahan dari pola yang digunakan skuad Garuda pada pertandingan sebelumnya.
Perubahan tersebut menempatkan Indonesia dalam formasi dengan tiga pemain bertahan di pusat lini belakang, dua wingback yang aktif membantu permainan di kedua sisi lapangan, serta tiga penyerang. Susunan ini dirancang untuk memberi pilihan lebih besar ketika Indonesia membangun serangan, tanpa mengabaikan kebutuhan menjaga area pertahanan dari ancaman Thailand.
Salah satu perhatian utama dalam komposisi ini adalah kembalinya Thom Haye. Gelandang senior itu kembali tersedia setelah menjalani sanksi kartu merah. Kehadirannya memberi tambahan opsi bagi Indonesia dalam mengatur ritme, mendistribusikan bola, dan menjaga keseimbangan permainan di lini tengah.
Audero Dikawal Tiga Bek Tengah
Pos penjaga gawang Indonesia diisi Emil Audero, kiper Rayo Vallecano yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Spanyol. Di depannya, Kevin Diks, Elkan Baggott, dan Justin Hubner dimainkan sebagai tiga bek tengah.
Tugas ketiganya akan sangat penting dalam mengawal pergerakan lini depan Thailand. Dengan tiga bek yang berada di area sentral, Indonesia memiliki lebih banyak pilihan untuk menutup ruang di sekitar kotak penalti sekaligus menghadapi serangan lawan yang datang melalui tengah maupun sisi lapangan.
Rizky Ridho tidak masuk dalam sebelas pemain awal dan memulai laga dari bangku cadangan. Pilihan ini memberi Herdman alternatif tambahan selama pertandingan, terutama apabila tim memerlukan penyesuaian pada struktur pertahanan atau transisi dari belakang menuju area menyerang.
Di sisi kiri, Calvin Verdonk dipercaya menjalankan peran wingback. Staminanya menjadi salah satu modal penting karena posisi tersebut menuntut pemain untuk bekerja dalam dua fase permainan: membantu pertahanan ketika Thailand menguasai bola dan segera bergerak maju ketika Indonesia menyerang.
Luke Vickery menempati sisi kanan. Kombinasi Verdonk dan Vickery akan menjadi jalur penting untuk memperlebar permainan Indonesia. Kehadiran mereka memungkinkan trio depan mendapat dukungan dari kedua sayap, sekaligus memberi opsi umpan silang ke area berbahaya Thailand.
Haye dan Pelupessy Menjaga Tengah Lapangan
Joey Pelupessy berduet dengan Thom Haye di lini tengah. Keduanya akan menghadapi tantangan besar karena Thailand memakai formasi 4-2-3-1, yang mengandalkan Sarach Yooyen dan Kritsada Kaman sebagai pasangan gelandang.
Pertarungan di area tengah berpotensi menentukan arah pertandingan. Indonesia membutuhkan penguasaan bola yang lebih tenang untuk mengalirkan serangan, sementara Pelupessy dan Haye juga perlu membatasi ruang bagi pemain-pemain kreatif Thailand. Keseimbangan antara merebut bola, menjaga posisi, dan mengalirkannya ke depan menjadi elemen penting dalam skema 3-4-3.
Thailand memiliki Chanathip Songkrasin sebagai kapten di lini serang belakang penyerang utama. Pergerakannya bersama Kakana Khamyok dan Supachai Chaided menuntut koordinasi rapi dari lini tengah serta tiga bek Indonesia. Bila ruang antarlini dibiarkan terbuka, Thailand dapat memanfaatkannya untuk mendekati kotak penalti.
Oratmangoen, Baker, dan Romeny Jadi Andalan Depan
Indonesia memasang Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny di sektor penyerang sayap. Keduanya diharapkan menghadirkan mobilitas, membuka ruang, serta memberi suplai kepada Mitchell Lee Baker yang ditempatkan sebagai ujung tombak.
Baker menjadi titik utama serangan Indonesia di dalam kotak penalti. Posturnya dapat memberi opsi saat tim memilih mengirim bola dari sisi lapangan, terutama melalui Verdonk dan Vickery. Pergerakan Oratmangoen dan Romeny dari kedua sisi juga berpeluang menarik perhatian bek lawan agar Baker memperoleh ruang yang dibutuhkan.
Di kubu Thailand, Teerasak Poeiphimai menjadi penyerang tunggal. Ia akan didukung oleh tiga pemain di belakangnya, yaitu Kakana Khamyok, Supachai Chaided, dan Chanathip Songkrasin. Struktur tersebut membuat Thailand tetap memiliki variasi dalam membangun serangan, baik melalui kombinasi di tengah maupun dari area lebar lapangan.
Saranon Anuin menjaga gawang Thailand. Empat pemain bertahan di depannya adalah Nattapong Sayriya, Manuel Bihr, Nicholas Mickelson, dan Suphanan Bureerat. Barisan ini akan menghadapi tekanan dari tiga penyerang Indonesia serta dorongan wingback yang naik membantu serangan.
Final di GBK ini mempertemukan dua pendekatan yang berbeda. Indonesia memakai tiga bek dan tiga penyerang untuk menciptakan intensitas lebih besar ke depan, sedangkan Thailand mengandalkan empat bek dengan dua gelandang tengah sebagai penyeimbang. Keberhasilan masing-masing tim dalam menguasai ruang di lini tengah dan memanfaatkan sisi lapangan dapat menjadi pembeda.
Susunan Pemain
Indonesia (3-4-3): Emil Audero; Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner; Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, Thom Haye, Luke Vickery; Ragnar Oratmangoen, Mitchell Baker, Ole Romeny.
Thailand (4-2-3-1): Saranon Anuin; Nattapong Sayriya, Manuel Bihr, Nicholas Mickelson, Suphanan Bureerat; Sarach Yooyen, Kritsada Kaman; Kakana Khamyok, Supachai Chaided, Chanathip Songkrasin; Teerasak Poeiphimai.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Susunan pemain resmi final FIFA ASEAN?
Susunan pemain resmi final FIFA ASEAN is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Susunan pemain resmi final FIFA ASEAN matter?
Susunan pemain resmi final FIFA ASEAN matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

