Malaysia Menanjak di Ranking FIFA, Persaingan dengan Indonesia Berpotensi Menghangat
Kabarnaya.com – Pergerakan Timnas Malaysia di ranking FIFA mulai memberi warna baru bagi persaingan sepak bola Asia Tenggara. Harimau Malaya kini menempati posisi ke-133 dunia dengan total 1.102,09 poin, setelah mencatat kenaikan yang cukup konsisten dalam beberapa pembaruan terakhir.
Posisi tersebut menunjukkan perubahan positif dibandingkan April, ketika Malaysia masih berada di urutan ke-138. Dalam pembaruan 11 Juni, mereka terlebih dahulu naik dua tingkat ke peringkat 136. Setelah itu, Malaysia kembali melesat tiga posisi hingga mencapai urutan 133 dunia.
Tambahan 15,05 poin menjadi faktor penting dalam peningkatan tersebut. Meski jarak dengan sejumlah rival di kawasan masih cukup besar, tren naik ini memberi Malaysia dasar yang lebih baik untuk mengejar target berikutnya. Salah satu sasaran yang dinilai masuk akal adalah kembali masuk kelompok 120 besar ranking FIFA.
Target 120 Besar Dinilai Masih Terbuka
Pelatih sementara Malaysia, Tan Cheng Hoe, melihat peluang timnya untuk mencapai peringkat tersebut tetap tersedia. Namun, peningkatan ranking tidak cukup hanya bergantung pada hasil pertandingan tim nasional. Perkembangan individu pemain saat kembali membela klub juga memiliki peran besar dalam menjaga kualitas skuad.
“Tetapi yang terpenting adalah ketika mereka tidak bersama tim nasional, para pemain perlu terus meningkatkan kemampuan teknis, fisik, dan keterampilan mereka saat mewakili klub masing-masing.”
“Apa yang mereka lakukan bersama klub pasti akan sangat membantu mereka ketika mereka bermain di pertandingan internasional,” sambung Cheng Hoe.
Pernyataan itu menegaskan bahwa konsistensi menjadi tantangan utama. Pemain yang rutin berkembang melalui kompetisi klub akan membawa kesiapan lebih baik saat dipanggil ke level internasional. Dampaknya tidak hanya terlihat dalam permainan, melainkan juga pada peluang meraih hasil positif yang menentukan perolehan poin FIFA.
Bagi Malaysia, jalan menuju 120 besar tentu tidak hanya diukur dari satu atau dua kemenangan. Setiap laga internasional memiliki nilai tersendiri, dengan hasil, kekuatan lawan, serta status pertandingan memengaruhi tambahan atau pengurangan poin. Karena itu, menjaga momentum menjadi hal yang penting setelah kenaikan dari posisi 138 ke 133.
Dua Pertandingan Melawan China Jadi Kesempatan
Agenda FIFA Matchday pada November 2026 dapat menjadi peluang berikutnya bagi Malaysia. Harimau Malaya dijadwalkan menghadapi China dua kali di Guangzhou, masing-masing pada 14 November dan 17 November 2026.
China saat ini berada di peringkat ke-96 dunia. Posisi lawan yang lebih tinggi membuat dua laga tersebut bernilai strategis bagi Malaysia. Apabila mampu mendapatkan hasil baik, Malaysia berpotensi memperoleh tambahan poin yang membantu mereka memperpendek jarak menuju target 120 besar.
Dua pertemuan dalam jeda internasional yang sama juga memberi Malaysia kesempatan untuk mengukur kedalaman tim. Pertandingan pertama dapat menjadi ujian awal, sementara laga kedua menuntut kemampuan beradaptasi dalam waktu singkat. Dari sisi ranking, hasil positif dalam kedua laga akan jauh lebih berarti daripada sekadar mempertahankan posisi saat ini.
Meski demikian, ranking FIFA tidak berubah hanya karena menghadapi lawan dengan posisi lebih tinggi. Malaysia tetap harus menerjemahkan peluang itu menjadi performa yang efektif di lapangan. Kemenangan, hasil imbang, maupun kekalahan akan membawa konsekuensi berbeda bagi perolehan poin mereka.
Indonesia Masih Unggul, tetapi Jarak Bisa Terpangkas
Dalam peta Asia Tenggara, Timnas Indonesia saat ini menempati peringkat ke-116 dunia setelah menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026. Posisi itu masih berada cukup jauh di atas Malaysia yang berada pada urutan 133.
Thailand tetap menjadi negara Asia Tenggara dengan ranking tertinggi, yaitu posisi ke-93 dunia. Vietnam menyusul di peringkat ke-99. Sementara itu, posisi Indonesia di urutan 116 membuat persaingan regional semakin menarik karena beberapa negara kini berada dalam rentang yang dapat berubah seiring hasil pertandingan internasional.
Bagi Malaysia, mengejar Indonesia membutuhkan proses yang tidak singkat. Selisih 17 peringkat menggambarkan pekerjaan yang masih harus diselesaikan Harimau Malaya. Namun, kenaikan lima posisi dari peringkat 138 ke 133 menunjukkan bahwa perubahan tetap mungkin terjadi apabila hasil positif dapat dipertahankan dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.
Persaingan ranking tidak semata-mata menjadi soal angka. Posisi FIFA juga mencerminkan hasil yang diraih sebuah tim dalam periode tertentu dan dapat memengaruhi cara publik melihat perkembangan tim nasional. Ketika Malaysia terus menanjak, tekanan untuk mempertahankan performa akan meningkat. Di saat yang sama, Indonesia perlu menjaga konsistensi agar keunggulannya tidak semakin tergerus.
Target 120 besar bagi Malaysia belum menjadi jaminan, tetapi arahnya mulai terlihat. Dengan agenda melawan China pada November 2026 serta kebutuhan pemain untuk terus berkembang bersama klub, Harimau Malaya memiliki kesempatan membangun fondasi yang lebih kuat. Jika laju peningkatan ini berlanjut, duel posisi antara Malaysia dan Indonesia di ranking FIFA dapat kembali menjadi salah satu perhatian utama sepak bola Asia Tenggara.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Berada di Posisi 120 Besar Ranking?
Berada di Posisi 120 Besar Ranking is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Berada di Posisi 120 Besar Ranking matter?
Berada di Posisi 120 Besar Ranking matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

