Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Danantara

Danantara Tinjau Program PNM di Mojokerto, Perkuat Pemberdayaan 73 Ribu Nasabah Ultra Mikro

Sandra Moore - kabarnaya.com 3 mins read

Danantara Tinjau Program PNM di Mojokerto sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha ultra mikro. Jajaran Komisaris

Danantara Tinjau Program PNM di Mojokerto, Perkuat Pemberdayaan 73 Ribu Nasabah Ultra Mikro

Danantara Tinjau Program PNM di Mojokerto

Kabarnaya.com – Danantara Tinjau Program PNM di Mojokerto sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha ultra mikro. Jajaran Komisaris Danantara Asset Management melakukan kunjungan langsung ke berbagai titik layanan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di wilayah Mojokerto. Kunjungan ini menjadi momen penting untuk memahami secara mendalam bagaimana program pemberdayaan berjalan di tingkat akar rumput.

Rangkaian kunjungan mencakup Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM), lokasi usaha para nasabah, serta kunjungan ke Ruang Pintar PNM. Melalui agenda tersebut, para komisaris mendapatkan gambaran komprehensif tentang model pemberdayaan yang diterapkan PNM. Model ini mencakup akses pembiayaan, pendampingan berkelanjutan, serta dukungan pendidikan bagi keluarga nasabah perempuan prasejahtera.

73 Ribu Nasabah Aktif di Mojokerto

Berdasarkan data hingga 30 Juni 2026, PNM telah melayani lebih dari 73 ribu nasabah aktif di Kota dan Kabupaten Mojokerto melalui 25 Unit Mekaar. Layanan ini didukung oleh 352 Account Officer (AO) Pendamping yang secara rutin membina nasabah dalam 5.515 kelompok mingguan. Angka ini menunjukkan betapa luasnya jangkauan PNM di wilayah Mojokerto.

Secara nasional, PNM telah melayani lebih dari 23,3 juta masyarakat prasejahtera melalui lebih dari 40 ribu AO yang tersebar di 4.655 kantor layanan. Kantor-kantor ini mencakup 58 kantor cabang di 36 provinsi di Indonesia. Keberadaan PNM di berbagai daerah menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat dari tingkat lokal hingga nasional.

Mayoritas nasabah PNM di Mojokerto bergerak di sektor perdagangan sebagai penggerak utama ekonomi lokal. Selain itu, terdapat pula pelaku usaha di sektor pertanian, jasa, hingga industri rumahan. Keragaman sektor usaha ini menunjukkan bahwa program PNM berhasil menjangkau berbagai jenis usaha dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Kisah Inspiratif Sulikah

Salah satu nasabah PNM Mekaar, Sulikah, membagikan kisah perjuangannya dalam membangun usaha yang kini menjadi sumber penghidupan keluarganya. Sebelum bergabung dengan PNM Mekaar, Sulikah berjualan jajanan anak-anak di rumah. Setelah memperoleh pembiayaan, pendampingan, dan pemberdayaan dari PNM, usahanya berkembang menjadi warung bakso yang menyediakan beragam menu seperti gorengan dan minuman di jalur pendakian.

Perkembangan usaha tersebut membuat penghasilannya meningkat dibandingkan sebelumnya. Sulikah menjadi salah satu contoh nyata bagaimana program PNM mampu mengubah kehidupan masyarakat prasejahtera. Dengan dukungan yang tepat, usaha kecil dapat berkembang menjadi sumber pendapatan yang stabil dan berkelanjutan.

Ruang Pintar PNM: Investasi Pendidikan Jangka Panjang

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisaris Danantara Asset Management juga mengunjungi Ruang Pintar PNM Majada Al-Hidayah. Program ini merupakan bagian dari komitmen PNM dalam mendukung pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga nasabah binaan. Kehadiran Ruang Pintar diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi keluarga nasabah, tetapi juga masyarakat sekitar melalui layanan pendidikan informal.

Saat ini, sebanyak 43 anak mulai dari jenjang PAUD hingga kelas VI SD mengikuti kegiatan belajar bersama setiap Rabu dan Kamis di Ruang Pintar tersebut. Kunjungan ke fasilitas pendidikan ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan yang dilakukan PNM tidak berhenti pada akses permodalan, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi keluarga nasabah.

Apresiasi Danantara terhadap Pendekatan PNM

Kunjungan Komisaris Utama Danantara Asset Management, Rabin Indrajad Hattari beserta jajaran komisaris lainnya menjadi bentuk sinergi dalam membangun ekosistem usaha ultra mikro. Kolaborasi ini tidak hanya bertumpu pada pembiayaan, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan holistik ini, PNM optimistis semakin banyak perempuan pengusaha ultra mikro yang mampu naik kelas.

Peningkatan kelas usaha ini akan meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. Sementara itu, Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki menegaskan bahwa pemberdayaan merupakan inti dari seluruh layanan yang diberikan perusahaan kepada masyarakat.

“Pemberdayaan bukan sekadar program pendamping, tetapi inti dari setiap langkah yang PNM lakukan. Kami ingin memastikan setiap nasabah merasakan manfaat yang nyata, mulai dari meningkatnya kapasitas usaha, bertambahnya kepercayaan diri, hingga hadirnya harapan baru bagi keluarga,” Wakil Direktur Utama PNM, Sunar Basuki.

Sunar menambahkan, dukungan Danantara menjadi penguat agar manfaat ini dapat menjangkau lebih banyak perempuan prasejahtera dan semakin memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *