Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Ditanya

Meeting Results: Ditanya Cuan Rp 27,8 M dari Korupsi Kuota Haji, Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur Mimpi

David Wilson - kabarnaya.com 3 mins read

Fuad Hasan Masyhur, Bos Maktour Travel, Beri Jawaban Singkat Soal Dugaan Cuan Rp27,8 M dari Korupsi Kuota Haji Meeting Results - Dalam pemeriksaan penyidik

Meeting Results: Ditanya Cuan Rp 27,8 M dari Korupsi Kuota Haji, Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur  Mimpi

Fuad Hasan Masyhur, Bos Maktour Travel, Beri Jawaban Singkat Soal Dugaan Cuan Rp27,8 M dari Korupsi Kuota Haji

Meeting Results – Dalam pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Fuad Hasan Masyhur, pemilik perusahaan Maktour Travel, menjawab singkat pertanyaan tentang dugaan keuntungan sebesar Rp27,8 miliar yang diduga berasal dari korupsi kuota haji tahun 2023–2024. Ia menghadiri meeting results yang berlangsung selama lebih dari tujuh jam di Gedung KPK, Jakarta, pada Kamis (18/6), dengan sikap tenang dan tak terburu-buru mengakui perannya dalam skandal ini. Meski diberi kesempatan untuk menjelaskan, Fuad hanya mengatakan bahwa jawabannya akan diungkapkan nanti.

Konteks Kasus Korupsi Kuota Haji

Kasus korupsi kuota haji ini terungkap setelah KPK melakukan investigasi terhadap distribusi kuota haji yang diduga dilakukan secara tidak transparan. Dalam meeting results yang berlangsung, penyidik mengungkap bahwa PT Makassar Toraja (Maktour) berpotensi mengambil keuntungan ilegal hingga Rp27,8 miliar. Keuntungan ini diduga berasal dari perjanjian tambahan kuota haji yang melibatkan Panitia Khusus Haji DPR dan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Meski Fuad menyatakan dirinya hanya memberikan kesaksian, KPK menegaskan bahwa perusahaan tersebut berperan dalam proses penyaluran dana tersebut.

Dugaan Pemberian Uang kepada Pihak Terkait

Menurut penyidik KPK, dugaan korupsi kuota haji terkait dengan pertemuan antara Direktur Operasional Maktour, Ismail Adham, dengan Yaqut Cholil Qoumas dan stafnya. Pertemuan ini berlangsung beberapa bulan sebelum penyidikan dimulai, dan diduga menjadi titik awal pengalihan kuota haji tambahan melebihi batas 8 persen yang diatur dalam UU No. 31/1999. Fuad Hasan Masyhur, sebagai pemilik perusahaan, dianggap terlibat dalam diskusi tersebut, meski ia membantah bahwa dirinya secara langsung terkait dengan pemberian uang.

“Dalam meeting results ini, saya hanya menjelaskan fakta-fakta yang saya ketahui. Saya mempercayai proses penyelidikan yang sedang berlangsung,” ujar Fuad, menunjukkan sikap kooperatif namun tetap menjaga jarak dari klaim korupsi.

Peran Fuad Hasan Masyhur dalam Proses Penyidikan

Selama meeting results, Fuad Hasan Masyhur diberi kesempatan untuk menjelaskan peran Maktour Travel dalam pengelolaan kuota haji. Ia menyatakan bahwa perusahaan hanya mengikuti instruksi dari pihak terkait dan berkomitmen untuk transparansi dalam setiap langkah. Meski begitu, penyidik KPK masih menggali lebih lanjut mengenai alur dana tambahan yang diduga diketahui selama proses pemeriksaan. Fuad menegaskan bahwa dirinya tidak mengambil keuntungan pribadi, namun masih memberikan jawaban umum terhadap seluruh dugaan penyaluran dana.

Analisis Dugaan Keuntungan Ilegal

Analisis KPK menunjukkan bahwa dugaan keuntungan Rp27,8 miliar berasal dari selisih harga kuota haji yang ditetapkan. Kuota tambahan yang diberikan kepada Maktour Travel diduga dikeluarkan melalui proses non-formal, sehingga memungkinkan perusahaan menikmati keuntungan ekstra. Dalam meeting results, Fuad menjawab bahwa perusahaan telah melakukan proses internal untuk memastikan keabsahan kuota yang diperoleh. Namun, penyidik masih mempertanyakan transparansi dan dokumentasi yang diserahkan kepada pihak berwenang.

Penyidikan ini menjadi bagian dari upaya KPK untuk mengungkap praktik korupsi di sektor haji yang sudah berlangsung selama beberapa tahun. Dengan meeting results yang dilakukan, lembaga anti- korupsi ini mencoba memperjelas alur dana serta hubungan antara Maktour Travel dan pihak-pihak yang terlibat. Meski Fuad Hasan Masyhur membantah, hasil investigasi masih akan ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut. Kesaksian Fuad diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam membentuk keterangan resmi terkait kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *