Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Dua

2 Tanker Meledak di Selat Hormuz – Iran Salahkan Agresi Blokade AS

Barbara Miller - kabarnaya.com 1 min read

Insiden Ledakan Tanker di Selat Hormuz Menghangatkan Ketegangan Regional 2 Tanker Meledak di Selat Hormuz - Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk kembali

2 Tanker Meledak di Selat Hormuz – Iran Salahkan Agresi Blokade AS

Insiden Ledakan Tanker di Selat Hormuz Menghangatkan Ketegangan Regional

2 Tanker Meledak di Selat Hormuz – Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk kembali memuncak setelah dua kapal tanker minyak mengalami ledakan saat melintasi jalur selatan Selat Hormuz, Senin lalu. Insiden ini dianggap sebagai respons terhadap kebijakan blokade yang diterapkan Amerika Serikat, menurut pernyataan resmi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang dilansir Selasa (21/7).

“Ledakan ini terjadi karena tekanan dan paksaan dari militer AS. Jalur pelayaran Selat Hormuz tidak aman selama agresi blokade terus berlangsung,” ujar IRGC dalam pernyataannya.

Iran mengancam akan memberikan balasan kepada AS atas tindakan dianggap ilegal tersebut. Pernyataan keras ini menunjukkan peningkatan eskalasi konflik yang sudah terjadi sejak awal tahun. Sebelumnya, UKMTO (United Kingdom Maritime Trade Operations) mencatat adanya kapal terbakar di dekat Kumzar, Oman, namun penyebab kebakaran belum dikonfirmasi.

Ancaman Balasan Iran

IRGC memperingatkan bahwa AS harus bersiap menghadapi reaksi tegas dari Iran. Serangan drone dan rudal yang diluncurkan ke negara-negara Teluk, sebagai tuan rumah aset AS, memperlihatkan kemungkinan perang gerilya di laut.

Peluang Damai Makin Menipis

Konflik regional semakin memanas setelah AS dan Israel melakukan serangan gabungan terhadap Iran pada Februari 2026. Meski ada upaya menenangkan melalui nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan, ketegangan kembali memburuk pekan lalu akibat sengketa di Selat Hormuz.

Insiden terbaru menegaskan bahwa Selat Hormuz kembali menjadi fokus perang geopolitik. Jalur vital yang mengangkut sekitar 20% pasokan minyak global kini menghadapi ancaman serius terhadap keamanan maritim. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *