Indonesia dan Malaysia Masih Imbang Tanpa Gol, Thom Haye Diusir pada Babak Pertama
Kabarnaya.com – Timnas Indonesia belum mampu memecah kebuntuan saat menghadapi Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Duel yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (29/9) malam WIB, memasuki jeda dengan skor 0-0.
Babak pertama menjadi lebih berat bagi skuad Garuda setelah Thom Haye mendapat kartu merah pada menit ke-35. Indonesia pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, sementara Malaysia berpeluang memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah turun minum.
Gol Cepat Justin Hubner Tidak Berlaku
Indonesia memulai pertandingan dengan intensitas tinggi. Baru memasuki menit pertama, Thom Haye mencoba membawa bola ke area penalti Malaysia. Upayanya dihentikan dua pemain lawan dan hanya menghasilkan tendangan sudut.
Tekanan awal tersebut sempat berbuah gol pada menit ketiga. Sepak pojok yang dilepaskan Haye mengarah kepada Justin Hubner. Bek Indonesia itu memenangi duel udara sebelum menuntaskan peluang ke gawang Malaysia.
Namun, kegembiraan Indonesia tidak berlangsung lama. Wasit melakukan pemeriksaan melalui VAR dan menemukan adanya posisi offside dalam rangkaian serangan tersebut. Gol Hubner akhirnya dibatalkan, sehingga papan skor kembali menunjukkan kedudukan tanpa gol.
Keputusan itu membuat Indonesia harus kembali membangun serangan dari awal. Meski gagal mendapatkan gol cepat, permainan agresif di awal laga menunjukkan upaya Garuda untuk mengambil kendali pertandingan di hadapan pendukungnya sendiri di GBK.
Malaysia Mulai Menekan Lewat Arif Aiman
Setelah melewati tekanan awal, Malaysia perlahan meningkatkan serangan. Arif Aiman menjadi salah satu pemain yang paling aktif merepotkan lini belakang Indonesia. Pemain yang sebelumnya mencetak dua gol ketika Malaysia menundukkan Bangladesh itu beberapa kali hadir dari sektor kanan.
Peluang berbahaya Malaysia datang pada menit ke-13. Arif Aiman melepaskan tembakan keras dari sisi kanan, tetapi Maarten Paes mampu melakukan penyelamatan. Respons Paes menjaga Indonesia tetap berada dalam situasi imbang pada fase awal pertandingan.
Arif Aiman kembali menjadi ancaman pada menit ke-28 dan menit ke-33. Malaysia berusaha mencari celah lewat aliran serangan yang mengarah kepadanya, tetapi Paes tampil sigap untuk menghentikan perkembangan serangan lawan. Ketangguhan penjaga gawang Indonesia menjadi faktor penting sebelum pertandingan memasuki momen krusial.
Indonesia sendiri sempat memperoleh kesempatan pada menit ke-23. Haye mengirimkan bola silang ke depan gawang Malaysia, tetapi Ole Romeny tidak dapat menjangkaunya. Bola kemudian diamankan Dion Cools sebelum peluang itu berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.
VAR Mengubah Kartu Kuning Menjadi Merah
Titik balik babak pertama terjadi pada menit ke-35. Thom Haye melakukan pelanggaran terhadap Arif Aiman ketika winger Malaysia itu berusaha menerobos dari sisi kanan. Haye terlambat melakukan tekel dan kakinya mengenai bagian engkel pemain Malaysia tersebut.
Awalnya, Haye menerima kartu kuning. Akan tetapi, wasit kemudian meninjau ulang insiden itu melalui tayangan VAR. Seusai pemeriksaan, keputusan diubah menjadi kartu merah langsung untuk gelandang berusia 31 tahun tersebut.
Pengusiran Haye membuat Indonesia kehilangan satu pemain di lini tengah dan mengubah dinamika pertandingan. Dalam kondisi jumlah pemain tidak seimbang, Indonesia dituntut lebih disiplin saat bertahan sekaligus tetap mencari cara untuk menciptakan peluang ketika mendapatkan ruang.
Haye sebelumnya terlibat dalam sejumlah momen penting Indonesia, termasuk dua situasi bola mati yang menghasilkan ancaman. Kepergiannya sebelum jeda membuat pilihan Indonesia di lapangan tengah menjadi lebih terbatas untuk sisa pertandingan.
Skor Tetap 0-0 Saat Jeda
Hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama, tidak ada gol tambahan dari kedua tim. Indonesia dan Malaysia masih berbagi skor 0-0, meskipun Indonesia harus menjalani babak kedua tanpa Thom Haye.
Hasil sementara ini membuat pertandingan masih terbuka. Indonesia perlu menjaga organisasi permainan agar tidak memberi Malaysia terlalu banyak ruang, terutama setelah beberapa serangan lawan sebelumnya berulang kali mengarah kepada Arif Aiman. Di sisi lain, Malaysia belum berhasil mengonversi tekanan mereka menjadi gol meski memperoleh sejumlah situasi menjanjikan.
Babak kedua akan menentukan apakah Indonesia dapat mempertahankan keseimbangan permainan dengan 10 pemain atau Malaysia mampu menggunakan keunggulan personel untuk mengubah kedudukan. Dukungan dari publik GBK juga menjadi bagian penting bagi Garuda dalam menghadapi situasi sulit tersebut.
Susunan Pemain Indonesia
Indonesia menggunakan formasi 3-4-3 dengan Maarten Paes sebagai penjaga gawang. Tiga pemain belakang ditempati Kevin Diks, Elkan Baggott, dan Justin Hubner.
Di lini tengah, Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, Thom Haye, serta Dean James menjadi pilihan awal. Barisan depan diisi Luke Vickery, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.
Susunan Pemain Malaysia
Malaysia bermain dengan formasi 4-2-3-1. Syihan Hazmi mengawal gawang, sementara lini belakang dihuni Quentin Cheng, Dion Cools, Brad Tapp, dan La’Vere Corbin-Ong.
Manuel Hidalgo serta Nooa Laine mengisi area tengah. Arif Aiman, Stuart Wilkin, dan Faisal Halim ditempatkan di belakang Bergson da Silva yang menjadi ujung tombak Malaysia.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Hasil Babak Pertama Indonesia vs Malaysia?
Hasil Babak Pertama Indonesia vs Malaysia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Hasil Babak Pertama Indonesia vs Malaysia matter?
Hasil Babak Pertama Indonesia vs Malaysia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

