Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Ihsg

IHSG Sesi I Menguat: Sektor Energi dan Emas Melambung

Christopher Brown - kabarnaya.com 2 mins read

Pasar modal domestik menunjukkan optimisme yang kuat setelah sesi perdagangan pertama hari Kamis (23/7) mencatatkan performa gemilang. Analis pasar

IHSG Sesi I Menguat: Sektor Energi dan Emas Melambung

Proyeksi Positif untuk IHSG Didorong Sentimen Komoditas

Kabarnaya.com – Pasar modal domestik menunjukkan optimisme yang kuat setelah sesi perdagangan pertama hari Kamis (23/7) mencatatkan performa gemilang. Analis pasar memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan masih memiliki ruang untuk melanjutkan momentum kenaikan, dengan proyeksi menguji rentang level 6.447 hingga 6.476 dalam waktu dekat.

Pergerakan positif ini didorong oleh berbagai faktor fundamental, termasuk penguatan emiten di sektor komoditas energi dan barang baku, serta kontribusi signifikan dari saham-saham konglomerasi. Sentimen optimis ini juga terlihat dari jumlah saham yang menguat mencapai 470 lembar, sementara yang melemah hanya 175 dan 320 lainnya stagnan.

Performa Indeks dan Sektor Unggulan

IHSG berhasil mengunci posisi di level 6.430,15 setelah mengalami kenaikan sebesar 95,67 poin atau setara dengan 1,51 persen dari penutupan sebelumnya. Penguatan serupa juga dialami oleh indeks 45 saham unggulan, yaitu LQ45 yang menguat 6,20 poin atau 0,98 persen menuju level 638,75.

Sektor energi menjadi pemimpin kenaikan dengan capaian tertinggi sebesar 4,32 persen. Tidak jauh berbeda, sektor barang baku juga mencatatkan penguatan signifikan sebesar 2,71 persen. Total nilai transaksi dalam sesi tersebut mencapai Rp11,86 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 32,18 miliar lembar saham.

Aktivitas perdagangan juga menunjukkan intensitas tinggi dengan tercatat 1.728.000 kali transaksi di seluruh papan perdagangan. Angka ini mencerminkan antusiasme investor terhadap peluang yang tersedia di pasar modal domestik.

Dampak Geopolitik dan Harga Komoditas Global

Lonjakan harga minyak mentah dunia menjadi katalis utama penguatan IHSG. Harga minyak jenis WTI terangkat 1,37 persen menuju kisaran 88,02 dolar AS per barel, sementara Brent terkerek 2,01 persen menuju level 95,96 dolar AS per barel. Peningkatan ini terjadi pasca-serangan terhadap kapal tanker di kawasan Laut Merah yang menyentuh level tertinggi dalam kurun enam pekan terakhir.

Kondisi geopolitik tersebut memicu kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan energi global. Di sisi lain, harga emas juga melesat ke level 4.130 dolar AS per troy ounce akibat tingginya aksi perburuan aset safe haven oleh investor.

Sentimen positif dari pasar global turut menjangkiti seluruh bursa saham kawasan Asia. Berikut rincian pergerakan indeks regional:

  • Indeks Nikkei (Jepang): Menguat 0,83 persen menuju posisi 66.684,00
  • Indeks Kospi (Korea Selatan): Melonjak paling tinggi sebesar 4,33 persen menuju posisi 7.092,54
  • Indeks Hang Seng (Hong Kong): Melesat 1,23 persen menuju posisi 25.198,72
  • Indeks Shanghai (Tiongkok): Naik 0,24 persen menuju posisi 3.876,88
  • Indeks Shenzhen (Tiongkok): Terangkat 0,12 persen menuju posisi 14.077,36

“Pasar memperkirakan IHSG masih memiliki ruang melanjutkan tren kenaikan,” tutur Herditya Wicaksana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *