Jakarta Akan Redup Selama Satu Jam, Warga Diajak Hemat Energi
Kabarnaya.com – Sejumlah kawasan penting di Jakarta akan tampak lebih gelap pada Sabtu malam, 19 September, ketika aksi pemadaman lampu serentak dilaksanakan mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Program selama 60 menit ini menjadi ajakan bagi warga untuk membangun kebiasaan menggunakan energi secara lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat ikut mematikan lampu serta perangkat elektronik yang tidak sedang diperlukan pada waktu tersebut. Langkah sederhana di rumah, tempat usaha, maupun ruang kerja diharapkan dapat menunjukkan kepedulian bersama terhadap penghematan listrik dan lingkungan perkotaan.
Monas dan Ikon Kota Ikut Dipadamkan
Aksi ini tidak hanya ditujukan kepada masyarakat. Lampu di beberapa ruas jalan utama, jalan arteri, serta landmark Jakarta juga dijadwalkan dipadamkan secara bersamaan. Area Ring 1, terutama kawasan Monumen Nasional di Jakarta Pusat, menjadi salah satu titik yang akan paling terlihat mengalami perubahan suasana pada malam itu.
Sejumlah ikon ibu kota yang biasanya terang akan ikut diredupkan. Daftar lokasi tersebut mencakup Monumen Nasional atau Monas, Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Patung Pahlawan, Patung Jenderal Sudirman, serta Balai Kota DKI Jakarta.
Pemadaman pada bangunan dan monumen tersebut merupakan bagian dari pesan publik bahwa penghematan energi dapat dilakukan secara kolektif. Saat pencahayaan yang tidak mendesak dikurangi, masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan bersama-sama berpotensi memberi dampak yang berarti.
Berkaitan dengan Peringatan Hari Ozon Sedunia
Kegiatan pemadaman lampu ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia yang diperingati setiap 16 September. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengajak warga Jakarta berperan dalam menjaga lingkungan serta keberlanjutan bumi.
Penggunaan listrik yang sesuai kebutuhan menjadi salah satu perhatian dalam kampanye ini. Mematikan peralatan setelah selesai dipakai bukan hanya membantu mengurangi konsumsi energi, tetapi juga dapat menjadi kebiasaan yang mudah diterapkan tanpa mengubah aktivitas utama masyarakat secara drastis.
Bagi warga, partisipasi dapat dimulai dari hal praktis. Lampu di ruangan kosong dapat dimatikan, perangkat elektronik yang tidak digunakan dapat dinonaktifkan, dan penggunaan pencahayaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Aksi selama satu jam ini juga dapat menjadi pengingat untuk menerapkan kebiasaan serupa pada hari-hari berikutnya.
Penghematan energi memiliki manfaat yang terasa pada berbagai tingkat. Pada skala rumah tangga, penggunaan listrik yang lebih terukur dapat membantu mengendalikan biaya. Dalam skala kota, berkurangnya konsumsi energi secara serentak dapat menekan penggunaan listrik yang tidak diperlukan serta mendukung upaya pengurangan emisi karbon.
Aksi Sebelumnya Menghemat 75,18 MWh
Program pemadaman serupa telah dilakukan pada 13 Juni 2026 dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup. Dari pelaksanaan tersebut, penghematan listrik tercatat mencapai 75,18 MWh. Nilai penghematan biaya yang dihasilkan mencapai Rp108,6 juta.
Selain dampak pada pemakaian listrik dan biaya, aksi itu juga dikaitkan dengan pengurangan emisi karbon sebesar 60,14 ton CO₂e. Angka tersebut memperlihatkan bahwa pengurangan pemakaian energi dalam waktu terbatas dapat memberi hasil terukur ketika dijalankan secara luas dan bersamaan.
Keberhasilan aksi pada Juni menjadi latar penting bagi pelaksanaan pemadaman pada 19 September. Masyarakat tidak hanya diajak menyaksikan perubahan suasana di kawasan pusat kota, tetapi juga dilibatkan untuk mengambil tindakan langsung dari tempat masing-masing.
Mari membiasakan diri mematikan lampu dan peralatan elektronik ketika tidak digunakan. Dengan menggunakan energi sesuai kebutuhan, kita dapat menghemat biaya sekaligus ikut menjaga lingkungan Jakarta.
Imbauan tersebut menekankan bahwa hemat energi bukan semata-mata kegiatan seremonial selama satu jam. Nilai utama dari kegiatan ini adalah kebiasaan yang dapat diteruskan, baik dengan menghindari penggunaan listrik berlebihan maupun dengan memastikan perangkat tidak tetap menyala saat tidak diperlukan.
Warga yang berada di sekitar pusat Jakarta pada Sabtu malam dapat memperkirakan suasana sejumlah landmark akan berbeda dari biasanya. Redupnya pencahayaan di Monas, Bundaran HI, dan titik-titik ikonik lain menjadi penanda pelaksanaan aksi bersama untuk penggunaan energi yang lebih bertanggung jawab.
Selama periode 20.30-21.30 WIB, masyarakat dapat mengambil bagian dengan cara yang aman dan sesuai kebutuhan masing-masing. Pemadaman lampu yang tidak diperlukan menjadi bentuk partisipasi sederhana untuk mendukung penghematan energi, menjaga lingkungan Jakarta, dan memperkuat kesadaran bahwa setiap penggunaan listrik memiliki dampak.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Jangan Kaget Ring 1 Jakarta Gelap?
Jangan Kaget Ring 1 Jakarta Gelap is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Jangan Kaget Ring 1 Jakarta Gelap matter?
Jangan Kaget Ring 1 Jakarta Gelap matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

