Jelang Sidang, Nadiem Ucapkan Rasa Syukur karena Dukungan yang Diterima
30 Juni 2025, Jakarta
Jelang Vonis – Sebelum menghadapi sidang pembacaan putusan dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Nadiem Anwar Makarim, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, mengungkapkan perasaan emosionalnya. Ia menyatakan bahwa berada di tengah proses hukum ini bukanlah pengalaman yang bisa dijalani sendirian.
Dalam wawancara dengan media, Nadiem mengakui kesulitan mengungkapkan emosi secara tulus. Namun, ia menekankan bahwa rasa syukur menjadi perasaan yang paling mendominasi. Menurutnya, dukungan dari keluarga, masyarakat, dan berbagai pihak yang terus memberikan semangat menjadi kekuatan yang membantunya melalui tahun terakhir berjuang di ranah hukum.
“Apapun hasil yang hari ini diumumkan, saya percaya diri karena ada keluarga, masyarakat, dan kebenaran di pihak saya,” tuturnya.
Nadiem menegaskan bahwa kasus ini bukan hanya tentang dirinya sendiri, tetapi juga menggambarkan perjuangan banyak individu yang pernah mengalami kriminalisasi. Ia berharap proses ini bisa menjadi momentum untuk memperbaiki sistem hukum Indonesia, mulai dari investigasi, penuntutan, hingga pengambilan keputusan.
Secara pribadi, Nadiem menyatakan tidak menyesali keputusan untuk mendedikasikan dirinya sebagai pejabat publik. Ia berharap kasus yang dihadapinya tidak mengurangi semangat generasi muda untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Indonesia harus menjadi lebih baik. Kita perlu memberikan harapan kepada anak-anak muda dan memastikan kepastian hukum agar semua orang merasa aman untuk berkontribusi,” ujarnya.
Ia juga menyadari bahwa meskipun berharap putusan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, ada kemungkinan hasil yang tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan. Namun, ia tetap optimis bahwa keadilan masih bisa terwujud dalam proses ini.
