Pertamina Tambah Stok Pertalite 18% di Momen Libur Sekolah
Solving Problems – Dalam upaya menyelesaikan masalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) selama masa libur sekolah, Pertamina menambahkan stok Pertalite sebesar 10 hingga 18 persen di seluruh SPBU di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Perubahan ini bertujuan untuk menjaga kestabilan pasokan dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Dengan meningkatkan stok Pertalite, Pertamina menunjukkan langkah strategis untuk menyelesaikan tantangan permintaan BBM yang meningkat di periode liburan.
Pola Konsumsi BBM dan Strategi Pertamina
Kenaikan stok Pertalite terkait dengan tren konsumsi tahun lalu, yang menunjukkan bahwa permintaan bahan bakar jenis ini meningkat selama libur sekolah. Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah dan DIY, M Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa penambahan stok dilakukan berdasarkan data historis dan proyeksi kebutuhan pelanggan. “Kami mengantisipasi adanya peningkatan konsumsi dengan menambah stok Pertalite di SPBU sekitar 10 sampai 18 persen, terutama di musim libur sekolah,” katanya, Senin (22/6).
Langkah ini juga didukung oleh evaluasi distribusi harian yang dilakukan Pertamina untuk memantau dinamika pasar secara real-time. Dalam upaya menyelesaikan masalah keterlambatan antrean, perusahaan menambah jumlah petugas pengaturan dan menyediakan air minum dalam kemasan (AMDK) gratis sebagai layanan pelanggan. Di sisi pasokan, Pertamina memastikan distribusi BBM dari sumber produksi berjalan optimal dengan mempertahankan siaga 24 jam untuk menghindari gangguan.
Proyeksi Kenaikan Konsumsi Selama Libur Sekolah
Direncanakan, konsumsi BBM selama libur sekolah akan meningkat sebesar 1,7 persen di Jawa Tengah dan hingga 7 persen di DIY. Kenaikan ini diduga dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas sektor wisata, seperti kunjungan ke taman rekreasi atau destinasi wisata lokal. Sementara itu, peningkatan penggunaan elpiji hanya sekitar 1-3 persen secara keseluruhan, dengan peningkatan lebih signifikan pada produk nonsubsidi, mencapai 15 persen, khususnya di bidang restoran.
“Kami memastikan distribusi LPG tetap berjalan normal dengan penambahan pasokan sesuai kebutuhan, meski tidak sebesar BBM jenis gasoline,” jelas Taufiq. Langkah-langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menyelesaikan masalah kelangkaan yang mungkin terjadi, terutama di daerah-daerah yang sering menjadi tujuan liburan.
Taufiq menekankan bahwa kenaikan konsumsi Pertalite belum bisa disimpulkan sebagai dampak langsung dari kenaikan harga Pertamax yang berlaku sejak 10 Juni lalu. Menurutnya, diperlukan waktu minimal satu bulan untuk menganalisis tren pergeseran konsumsi secara akurat. “Peningkatan ini mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti perubahan cuaca atau aktivitas ekonomi,” tambahnya.
“Kami imbau masyarakat tidak panik. Stok aman, suplai berjalan 24 jam, dan tidak ada SPBU yang sampai kosong,” tegas Taufiq. Pertamina juga memastikan komunikasi yang efektif kepada pelanggan untuk memberikan informasi terkini mengenai ketersediaan bahan bakar dan strategi mereka dalam menyelesaikan masalah.
Dengan peningkatan stok Pertalite sebesar 18 persen, Pertamina berharap bisa menjaga ketersediaan bahan bakar di seluruh wilayah Jawa Tengah dan DIY. Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan distribusi BBM melalui perbaikan logistik dan koordinasi dengan pelaku industri. Hal ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam menyelesaikan masalah yang muncul selama libur sekolah dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Dukungan dari pemerintah dan pelaku usaha juga diharapkan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan BBM.
