Latest Program: Latihan Dasar Kemiliteran untuk Manajer Kopdes dan KNMP Direspons oleh DPR
Latest Program – Program latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) yang dicanangkan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah mengalami perubahan signifikan. Revolusi ini bertujuan menyelaraskan materi pelatihan dengan kebutuhan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Sebelumnya, program ini lebih difokuskan pada pembekalan kemiliteran, namun kini diarahkan ke bidang Bela Negara dan pengembangan manajerial. Perubahan ini mencerminkan komitmen Kemhan untuk meningkatkan relevansi pelatihan terhadap tugas sehari-hari para peserta.
Keterlibatan Anggota DPR dalam Evaluasi Program
Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyambut positif revisi terhadap program Latsarmil. Menurutnya, keputusan Kemhan untuk menghentikan pelatihan lama dan menggantinya dengan pendekatan baru adalah langkah tepat setelah evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin. Evaluasi ini dilatarbelakangi oleh kejadian meninggalnya lima peserta selama pelaksanaan program sebelumnya, yang mengundang kritik terhadap efektivitas metode dan kurikulum Latsarmil.
“Latsarmil yang lama kurang sesuai dengan tugas utama manajer Kopdes dan KNMP. Mereka butuh peningkatan kapasitas di bidang manajemen, kepemimpinan, tata kelola organisasi, serta pengembangan usaha,” kata Soleh dalam pernyataannya.
Menurutnya, pendidikan Bela Negara tetap penting sebagai bagian dari pembentukan karakter dan semangat pengabdian. Namun, materi harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik peserta, terutama sebagai penggerak pembangunan ekonomi desa dan sektor perikanan. “Perubahan ini tidak hanya sebatas nama, tapi substansi dan metode pembelajaran harus diperbaiki agar lebih efektif mendukung pengelolaan koperasi yang profesional,” tambah Soleh.
Struktur dan Tujuan Program Baru
Revisi program Latsarmil melibatkan penyederhanaan kurikulum dan penyesuaian metode pengajaran. Program ini kini bertujuan mengembangkan kompetensi manajerial para calon pengelola koperasi, dengan fokus pada penguasaan kebijakan publik, manajemen keuangan, dan strategi pengembangan usaha. Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pelatihan yang lebih praktis dan berorientasi solusi, sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat pedesaan dan nelayan.
Manfaat program ini, menurut para pengelola koperasi, adalah kemampuan peserta untuk mengelola organisasi secara lebih efektif. Dengan memadukan konsep Bela Negara dan manajerial, peserta diharapkan bisa mengembangkan semangat kebangsaan sekaligus meningkatkan kinerja dalam bidang ekonomi. “Kemiliteran mungkin relevan untuk militer, tapi bagi manajer koperasi, fokus pada pengelolaan dan kepemimpinan lebih penting,” tambah salah satu peserta pelatihan.
Sebagai bagian dari revisi, Kemhan juga menggencarkan kolaborasi dengan lembaga lain, seperti Kementerian Perekonomian dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Kerja sama ini diharapkan memberikan peningkatan kualitas pelatihan, terutama dalam aspek praktis dan adaptasi terhadap tantangan lapangan. “Program ini bukan hanya latihan, tapi juga wadah untuk membangun kemitraan antar sektor,” jelas salah satu narasumber dari Kemhan.
Dengan demikian, Latest Program ini mencerminkan upaya Kemhan untuk menyelaraskan pendidikan dengan tugas aktual para peserta. Harapan besar diusung agar program ini mampu menjadi salah satu penggerak peningkatan kapasitas manajerial di bidang koperasi, sekaligus memperkuat rasa nasionalisme di kalangan pemimpin masyarakat lokal. Evaluasi berkelanjutan akan dilakukan untuk memastikan program ini terus berkembang sesuai dengan kebutuhan peserta.
