Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Pertamina

Pertamina Tambah 10 Mobil Tangki Buat Normalkan Pasokan BBM di Sumatera Utara

Sandra Moore - kabarnaya.com 3 mins read

Pertamina Tambah 10 Mobil Tangki untuk Stabilkan Pasokan BBM di Sumatera Utara Pertamina Tambah 10 Mobil Tangki Buat - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di

Pertamina Tambah 10 Mobil Tangki Buat Normalkan Pasokan BBM di Sumatera Utara

Pertamina Tambah 10 Mobil Tangki untuk Stabilkan Pasokan BBM di Sumatera Utara

Pertamina Tambah 10 Mobil Tangki Buat – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara beberapa hari terakhir berhasil diatasi setelah Pertamina melakukan penambahan 10 mobil tangki dalam sistem distribusi. Langkah ini bertujuan memastikan pasokan BBM berjalan normal kembali di seluruh SPBU wilayah Medan dan sekitarnya, terutama setelah pengaruh protes pengemudi yang sempat mengganggu rantai distribusi. Dengan penambahan armada ini, Pertamina berharap dapat meningkatkan kapasitas pasokan dan mengurangi risiko gangguan yang bisa terjadi kembali.

Pertamina Optimalkan Operasional Distribusi BBM

Pertamina Patra Niaga mengungkapkan bahwa upaya normalisasi pasokan BBM tidak hanya mengandalkan penambahan 10 mobil tangki, tetapi juga penguatan personel dan koordinasi dengan pihak terkait. Perusahaan mengirimkan 30 unit mobil tangki charter serta 34 awak mobil tangki (AMT) untuk mempercepat distribusi dari terminal bahan bakar terdekat. Selain itu, bantuan dari 16 personel Bekangdam juga menjadi penunjang penting dalam menjaga kelancaran operasional. Langkah-langkah ini dipicu oleh meningkatnya permintaan BBM seiring pulihnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Menurut laporan terkini, pertamina melaksanakan optimalisasi operasional Fuel Terminal Medan dan SPBU secara 24 jam. Strategi ini memberikan dampak langsung pada kecepatan distribusi, sehingga dapat menutupi kekurangan kapasitas yang sebelumnya terjadi. Dengan mengoperasikan 149 unit mobil tangki, Pertamina mencapai realisasi penyaluran BBM mencapai 104 persen dari target harian pada 14 Juli 2026. Ini menjadi indikator bahwa langkah yang diambil telah berdampak signifikan pada keandalan pasokan.

Pengelolaan Sistem Distribusi BBM untuk Keberlanjutan

Dalam memperkuat sistem distribusi, Pertamina tidak hanya memperbanyak armada, tetapi juga melakukan pembinaan dan penegakan disiplin terhadap mitra operasional. Hal ini dilakukan untuk memastikan standar keselamatan dan keandalan tetap terjaga, terutama selama operasi yang intensif. Dengan adanya mobil tangki tambahan, perusahaan mampu memenuhi permintaan BBM di sejumlah titik pelayanan, termasuk area yang sebelumnya terkena dampak kelangkaan.

Pertamina menegaskan bahwa pasokan BBM di Sumatera Utara kini telah stabil, terutama setelah menjalankan strategi yang lebih terpadu. Penambahan 10 mobil tangki menjadi salah satu bagian dari upaya mempercepat distribusi, yang didukung oleh koordinasi dengan TNI dan polisi. Situasi ini menggambarkan bagaimana Pertamina berupaya mengatasi tantangan logistik yang sering terjadi, sekaligus menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat sehari-hari.

Kelangkaan BBM sebelumnya disebabkan oleh hambatan yang terjadi selama distribusi, termasuk kepadatan lalu lintas dan gangguan di jalur utama. Dengan 10 mobil tangki baru, Pertamina mampu mengalihkan pengiriman ke titik-titik kritis yang sebelumnya mengalami kesulitan. Kebutuhan BBM di Medan juga meningkat 5–10 persen dibandingkan rata-rata harian, sehingga pasokan harus ditingkatkan untuk mengimbangi permintaan yang tumbuh. Langkah ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjaga kestabilan pasokan, terlepas dari situasi yang berubah-ubah.

Peran Pertamina dalam Stabilisasi Pasokan BBM

Kebijakan Pertamina Tambah 10 Mobil Tangki menjadi bagian dari strategi lebih besar dalam menjaga keberlanjutan pasokan bahan bakar di wilayah Sumatera Utara. Perusahaan memperkuat rantai pasokan dengan memastikan bahwa mobil tangki yang dioperasikan mencapai 115 persen dari kapasitas normal. Selain itu, Pertamina juga memanfaatkan infrastruktur yang ada, termasuk terminal pengisian BBM, untuk mengoptimalkan distribusi. TNI dan polisi yang terlibat dalam pengangkutan memainkan peran penting dalam memastikan jalan distribusi tetap aman dan lancar.

Terlepas dari upaya penambahan armada, Pertamina terus berupaya mengurangi ketergantungan pada jalur utama yang rawan gangguan. Dengan distribusi yang lebih merata, masyarakat di berbagai kawasan dapat memperoleh BBM tanpa mengalami kekurangan. Upaya ini juga memberikan manfaat jangka panjang, karena mengurangi risiko terjadinya kelangkaan di masa mendatang. Peningkatan operasional yang dilakukan menunjukkan bagaimana Pertamina menghadapi tantangan distribusi dengan solusi yang lebih adaptif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *