Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Polres

Polisi Gerebek Laboratorium Narkoba di Semarang – Sita 308 Ribu Tablet Karisoprodol

Mark Jones - kabarnaya.com 3 mins read

Laboratorium Narkoba di Semarang - Sita 308 Ribu Tablet Karisoprodol Polisi Gerebek Laboratorium Narkoba di Semarang menjadi sorotan dalam operasi penyidikan

Polisi Gerebek Laboratorium Narkoba di Semarang – Sita 308 Ribu Tablet Karisoprodol

Polisi Gerebek Laboratorium Narkoba di Semarang – Sita 308 Ribu Tablet Karisoprodol

Polisi Gerebek Laboratorium Narkoba di Semarang menjadi sorotan dalam operasi penyidikan terhadap jaringan narkoba lintas provinsi. Kali ini, Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil menemukan laboratorium penyulingan narkoba yang beroperasi di Semarang Selatan, Jawa Tengah. Laboratorium tersebut memproduksi tablet karisoprodol, salah satu narkotika golongan I yang sering digunakan untuk kecanduan dan gangguan kognitif. Pengungkapan ini menunjukkan semakin kuatnya jaringan perdagangan narkoba di Indonesia.

Dalam operasi tersebut, petugas menyita total 308 ribu butir tablet karisoprodol dan berbagai peralatan produksi. Penyelidikan dimulai dari penangkapan tersangka berinisial PD di Penjaringan, Jakarta Utara, yang menjadi titik awal penelusuran jaringan. Dari informasi yang diperoleh, tim kepolisian mengejar jejak aktivitas produksi hingga ke Semarang, di mana mereka menemukan lokasi utama dan mengamankan pelaku lain berinisial DJ. Keterlibatan dua daerah menunjukkan kompleksitas operasi narkoba ini.

Pengungkapan di Penjaringan Jadi Titik Awal

Penggerebekan laboratorium narkoba bermula pada Kamis (9/7) ketika petugas melakukan penyergapan di area parkir hotel di Jalan Bandengan Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara. Dari tempat itu, mereka menemukan tiga karton berisi 120 ribu butir tablet karisoprodol, serta peralatan seperti mesin mixer dan alat bantu lainnya. Penemuan ini memicu penyelidikan lebih lanjut yang berujung pada penemuan laboratorium utama di Semarang.

Kegiatan penyidikan melibatkan keterlibatan tim investigasi yang berkoordinasi dengan pihak terkait. Sebelumnya, PD ditangkap karena dikaitkan dengan distribusi narkoba, dan dari hasil penyidikan, para petugas menemukan hubungan dengan pelaku lain di Semarang. Polisi melanjutkan operasi hingga menemukan seluruh peralatan dan bahan baku produksi, yang menunjukkan skala besar aktivitas tersebut.

Jaringan Narkoba Lintas Wilayah

Karisoprodol, yang merupakan obat yang awalnya digunakan untuk mengatasi nyeri, kini sering dimanipulasi menjadi bahan narkoba yang berpotensi tinggi. Laboratorium di Semarang Selatan dioperasikan sejak awal 2026 dan sudah berproduksi selama tiga hingga empat bulan. Produksi sekitar 1.108.000 butir tablet menunjukkan kecepatan dan efisiensi jaringan ini. Diperkirakan narkoba tersebut didistribusikan ke berbagai daerah, bahkan sampai ke luar Jawa.

“Kasus ini menunjukkan betapa luasnya jaringan narkoba yang terus berkembang. Tim masih terus mengejar pemasok atau jaringan lebih luas untuk memperkuat kasus,” kata Kompol Avrilendy, Wakasat Narkoba Polres Metro Jakbar.

Penyidikan dilakukan secara intensif untuk memastikan tidak ada pelaku yang terlewat. Polisi juga mengungkap proses pengemasan dan pengiriman narkoba, yang mencakup penggunaan alat bantu modern untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Berikutnya, para pelaku dijatuhi hukuman berdasarkan UU No.1 Tahun 2023 tentang KUHP dan UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal 610 ayat (2) huruf a dan pasal 609 ayat (2) huruf a menjadi dasar hukuman terhadap pelaku produksi, sementara pasal 132 ayat (1) digunakan untuk pelaku distribusi. Hukuman berupa penjara atau hukuman mati tergantung pada tingkat kejahatan yang dilakukan.

Operasi penyitaan ini menunjukkan komitmen pihak kepolisian dalam menekan penggunaan narkoba di berbagai wilayah. Dengan menemukan laboratorium besar di Semarang, tim Satresnarkoba membongkar industri narkoba yang secara tersembunyi beroperasi. Karisoprodol menjadi salah satu jenis narkoba yang paling diminati karena efeknya yang cepat dan harga yang relatif murah. Penggerebekan ini diharapkan menjadi contoh efektivitas kerja sama antar daerah dalam menangani kasus narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *