Pramono Beberkan Rencana Sekolah Rakyat Berasrama di Jakarta
Key Strategy – Dalam rangka mendorong pendidikan yang lebih merata dan berkualitas, Key Strategy yang diusung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, semakin terasa konkrit melalui pembangunan Sekolah Rakyat Berasrama (SRB) di wilayah ibukota. Strategi ini menjadi bagian dari upaya memastikan setiap anak, terlepas dari latar belakang ekonomi, memiliki akses yang sama untuk meraih peluang pendidikan terbaik. Dalam sebuah acara Open House di SRMA 10 Jakarta Selatan, Pramono mengungkap bahwa SRB akan menjadi salah satu pilar utama dalam Key Strategy untuk mengubah pola belajar anak-anak dari kalangan kurang mampu, sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang lebih unggul bagi masa depan Jakarta.
Peluncuran Key Strategy sebagai Transformasi Pendidikan
Key Strategy ini bertujuan memperkuat sistem pendidikan dengan pendekatan holistik, mulai dari pengelolaan dana, ketersediaan fasilitas, hingga pengembangan kurikulum yang adaptif. Pramono menekankan bahwa SRB tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan yang mendukung pertumbuhan karakter dan kemandirian siswa. “Dengan Key Strategy, kami ingin membentuk model pendidikan yang menggabungkan akademik, sosial, dan keterampilan kehidupan sehari-hari,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa pendidikan harus menjadi investasi yang berkelanjutan, sehingga bisa menjangkau lebih banyak generasi muda di Jakarta.
Dalam Key Strategy ini, Pemprov DKI Jakarta tidak hanya berfokus pada pendanaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas pengelolaan program. Pramono menyebutkan bahwa KJP Plus, KJMU, serta Program Pemutihan Ijazah adalah bentuk implementasi dari strategi tersebut. Dengan demikian, Key Strategy menjadi dasar untuk memastikan setiap anak bisa menikmati fasilitas pendidikan yang layak, termasuk akses ke lahan berasrama yang diperkirakan akan menerima hingga 1.000 siswa dalam satu tahun.
Program Pemprov DKI Jakarta dalam Key Strategy
Pendekatan Key Strategy mengubah cara penyelenggaraan pendidikan di DKI Jakarta, dengan memprioritaskan keadilan dan ketersediaan sumber daya. Pemprov DKI telah menyalurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap I Tahun 2026 kepada 707.477 peserta didik, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) kepada 15.825 mahasiswa, serta Program Pemutihan Ijazah Tahap I yang diterima oleh 2.026 siswa. Semua program ini dirancang untuk memperkuat Key Strategy dalam memberikan manfaat pendidikan yang berkelanjutan dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.
Dalam SRMA 10 Jakarta Selatan, keberadaan SRB diharapkan mampu menjadi contoh nyata dari Key Strategy. Pramono menyebutkan bahwa sekolah berasrama ini akan menjadi tempat di mana siswa tidak hanya belajar, tetapi juga diberi pembinaan karakter dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang lebih dinamis. “Dengan Key Strategy, kami ingin menjawab tantangan ketidakmerataan pendidikan, termasuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan di daerah-daerah yang kurang mampu berkembang,” tegasnya.
Pemprov DKI Jakarta juga sedang mempersiapkan langkah-langkah konkrit dalam Key Strategy ini. Salah satu yang paling menonjol adalah penyediaan lahan seluas lima hingga delapan hektare untuk pembangunan SRB. Pramono menjelaskan bahwa lahan tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas lengkap, termasuk asrama, kelas, serta area untuk pembelajaran ekstra. “Pembangunan SRB adalah bagian dari Key Strategy untuk memastikan pendidikan bisa menjangkau semua lapisan masyarakat,” tambahnya. Ia juga berharap program ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
Key Strategy dalam sekolah rakyat berasrama juga diharapkan meningkatkan keterlibatan masyarakat dan swasta dalam pendidikan. Pramono menyatakan bahwa kerja sama antara pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan swasta akan menjadi pendekatan penting dalam Key Strategy ini. “Kami membuka peluang kolaborasi agar SRB bisa menjadi model pendidikan yang berkelanjutan dan inovatif,” ujarnya. Selain itu, Key Strategy juga menekankan pentingnya pelatihan guru dan pengembangan kurikulum yang lebih modern untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran.
Menurut Pramono, Key Strategy ini adalah jawaban atas tantangan pendidikan di Jakarta, terutama dalam mengatasi ketidakmerataan akses dan kualitas. Dengan pembangunan SRB, Pemprov DKI ingin menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif, sekaligus memperkuat peran pendidikan sebagai penentu keberhasilan pembangunan nasional. “Sekolah rakyat berasrama akan menjadi bagian dari Key Strategy untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan berprestasi, serta mampu membangun masa depan yang lebih baik bagi Jakarta,” tuturnya.
