Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Pramono

Latest Program: Pramono Tegaskan 28 Titik Keluar-Masuk Gerbang Tol Kena Ganjil Genap Bukan Aturan Baru

Mark Jones - kabarnaya.com 3 mins read

Pramono: 28 Titik Gerbang Tol Kena Ganjil Genap Bukan Kebijakan Baru Latest Program yang baru diumumkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo

Latest Program: Pramono Tegaskan 28 Titik Keluar-Masuk Gerbang Tol Kena Ganjil Genap Bukan Aturan Baru

Pramono: 28 Titik Gerbang Tol Kena Ganjil Genap Bukan Kebijakan Baru

Latest Program yang baru diumumkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa penerapan aturan ganjil-genap di 28 titik akses gerbang tol Jakarta bukanlah kebijakan baru. Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat implementasi regulasi yang telah diterapkan sebelumnya, yakni Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019. Pramono menjelaskan bahwa perubahan ini lebih pada penguatan kebijakan daripada perubahan kebijakan secara keseluruhan.

Pelaksanaan di Ruas Jalan Protokol

Pramono Anung Wibowo menjelaskan bahwa kebijakan ganjil-genap diterapkan di 28 titik akses gerbang tol karena lokasinya berdekatan langsung dengan ruas jalan protokol. Kebijakan ini sebenarnya merupakan pelaksanaan lebih ketat dari aturan lama, bukan penambahan kebijakan baru. Dengan demikian, program terbaru ini bertujuan untuk memastikan penggunaan kendaraan bermotor di jalur tol lebih efisien, terutama di titik-titik yang secara strategis terhubung ke jalan protokol utama.

“Penerapan ganjil-genap di 28 titik gerbang tol ini bukan kebijakan terbaru, tapi peneguhan aturan yang sudah ada sejak 2019. Publik mungkin menganggap ini sebagai perubahan, padahal justru kita ingin memastikan kebijakan tersebut lebih konsisten dan terukur,” ujar Pramono di Balai Kota, Jumat (26/6).

Kebijakan Terkait Akses ke Jalur Utama

Menurut pramono, kebijakan ganjil-genap di 28 titik akses gerbang tol Jakarta berlaku di sepanjang ruas jalan protokol. Ini termasuk jalan-jalan utama seperti Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Hayam Wuruk. Program terbaru ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan kualitas lalu lintas di area-area yang paling rawan, tanpa mengubah struktur atau aturan dasar dari kebijakan ganjil-genap sebelumnya.

“Kita tidak menambahkan aturan baru, tapi memperjelas bahwa akses ke jalur utama seperti itu tetap berlaku ganjil-genap. Ini agar penggunaan jalur bisa lebih teratur dan tidak terganggu oleh pengemudi yang tidak sesuai aturan,” tambah Pramono.

Implementasi dan Pengaruh Kebijakan

Penerapan Latest Program ini menggunakan teknologi kamera tilang elektronik (ETLE) untuk memantau dan menilang pelanggaran secara langsung. Meski sebelumnya kebijakan ganjil-genap lebih diterapkan di dalam jalur tol, program terbaru memperluas cakupan ke titik-titik akses yang berdekatan dengan jalan protokol. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan strategis, seperti pusat kota dan kawasan industri.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga menegaskan bahwa penindakan terhadap pelanggaran akan tetap dilakukan melalui ETLE. Kebijakan ini tidak hanya menegaskan bahwa 28 titik akses gerbang tol Jakarta masuk ganjil-genap, tetapi juga memberi kejelasan bahwa aturan tersebut tidak berubah, hanya diterapkan lebih konsisten. Program terbaru ini menjadi bagian dari upaya pemerintah DKI untuk memperbaiki manajemen lalu lintas secara keseluruhan.

Respons dari Masyarakat dan Pengemudi

Program terbaru ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Sebagian menganggap ini sebagai bentuk pengendalian arus lalu lintas yang lebih ketat, sementara yang lain merasa ada penambahan batasan. Pramono mengakui adanya perbedaan persepsi, namun ia menegaskan bahwa kebijakan ganjil-genap tetap menjadi bagian dari kebijakan transportasi Jakarta yang terkini. Dengan demikian, Latest Program ini menjadi bagian dari perbaikan kontinu yang dilakukan pemerintah DKI untuk memastikan kemacetan bisa diminimalkan secara bertahap.

“Latest Program ini bukan kebijakan yang tiba-tiba, tapi kebijakan yang kita bangun secara bertahap berdasarkan data dan evaluasi. Tujuannya adalah agar masyarakat lebih memahami bahwa ganjil-genap bukan hanya di dalam jalur tol, tetapi juga di titik akses yang terhubung ke jalan utama,” kata Pramono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *