Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Restorasi

Special Plan: Restorasi Besar Candi Prambanan Rampung 2029

Sandra Moore - kabarnaya.com 4 mins read

Restorasi Besar Candi Prambanan Rampung 2029 Kerja Sama Indonesia-India untuk Konservasi Budaya Special Plan - Dalam upaya untuk melestarikan warisan budaya

Special Plan: Restorasi Besar Candi Prambanan Rampung 2029

Restorasi Besar Candi Prambanan Rampung 2029

Kerja Sama Indonesia-India untuk Konservasi Budaya

Special Plan – Dalam upaya untuk melestarikan warisan budaya yang memperkaya sejarah dunia, Indonesia dan India mengumumkan Special Plan yang akan merehabilitasi Candi Prambanan. Proyek ini, yang diluncurkan pada Rabu (8/7) di kompleks candi yang terletak di Yogyakarta, menunjukkan komitmen kuat dua negara dalam menjaga kekayaan budaya bersama. Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi hadir dalam acara tersebut untuk menandai awal dari inisiatif yang bertujuan memperkuat hubungan bilateral melalui kolaborasi dalam bidang konservasi. Modi menekankan bahwa Candi Prambanan adalah simbol keberagaman dan kekayaan budaya Asia Tenggara, serta menjadi pengingat akan persatuan dua bangsa yang sejarahnya berkembang dalam aliansi berkepanjangan.

“Dengan Special Plan ini, kita menjamin bahwa Candi Prambanan tidak hanya akan terlihat lebih indah, tetapi juga menjadi tempat yang lebih terbuka bagi pengunjung dari berbagai belahan dunia, termasuk warga India,” ungkap Modi dalam pidatonya. Ia menambahkan bahwa upaya kolaboratif ini akan meningkatkan minat wisatawan India terhadap destinasi budaya Indonesia, sekaligus memperkuat kerja sama dalam bidang pariwisata dan kebudayaan.

Program ini, yang dirancang sebagai bagian dari Special Plan, akan berlangsung hingga tahun 2029. Upaya restorasi akan mencakup pemeliharaan struktur candi, pengembangan fasilitas wisata, serta pengelolaan kawasan secara lebih modern. Modi menyatakan bahwa ia berencana kembali ke Indonesia pada 2029 untuk meresmikan hasil akhir proyek ini sebagai festival budaya yang menarik. Proyek ini juga akan melibatkan penggunaan teknologi canggih, seperti survei LiDAR dan rekonstruksi digital berbasis AI, untuk memastikan preservasi yang optimal.

Program Restorasi Bertajuk Kolaboratif

Proyek restorasi Candi Prambanan, yang diberi nama resmi Indonesia-India Collaborative Cultural Heritage Conservation, merupakan bagian dari Special Plan yang dirancang untuk menggabungkan keahlian teknis dan budaya dari kedua negara. Dalam tahap awal, tim dari India akan melakukan survei terperinci terhadap seluruh area candi, termasuk 200 lebih candi perwara yang terdapat di kompleks tersebut. Survei ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan prioritas, mulai dari pengamanan struktur bangunan hingga pengembangan aksesibilitas bagi pengunjung.

Metode anastilosis, yang mengacu pada penggunaan bahan asli untuk rekonstruksi bangunan, akan menjadi fokus utama dalam proses restorasi. Teknik ini tidak hanya mempertahankan integritas arkeologis, tetapi juga menjaga kesan asli dari candi yang dibangun pada abad ke-9 Masehi tersebut. Selain itu, dokumentasi digital akan dilakukan untuk memastikan data lengkap tentang setiap elemen candi dapat diakses oleh para peneliti di masa depan. Special Plan ini juga melibatkan pelatihan tenaga lokal dalam bidang konservasi, sehingga membangun kapasitas masyarakat Indonesia sendiri.

Langkah Strategis dalam Pengelolaan Wisata

Upaya restorasi Candi Prambanan bukan hanya sekadar revitalisasi bangunan, tetapi juga bagian dari strategi pengelolaan wisata yang lebih terpadu. Dalam Special Plan, para pemimpin kedua negara sepakat untuk meningkatkan infrastruktur pendukung, seperti jalan-jalan penghubung, tempat parkir, serta pusat informasi budaya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman wisatawan, terutama dari India, yang akan lebih mudah mengakses dan menjelajahi situs bersejarah ini. Kementerian Pariwisata Indonesia juga akan bekerja sama dengan pihak India dalam mempromosikan rute wisata yang menghubungkan Candi Prambanan dengan destinasi budaya lain di Jawa Tengah.

Kerja sama antara Indonesia dan India dalam Special Plan ini akan membuka peluang bagi turis India untuk menjelajah lebih dalam ke budaya Jawa, termasuk seni ukir candi yang khas, kerajinan lokal, serta tradisi festival tahunan yang berkaitan dengan sejarah tempat tersebut. Modi berharap bahwa dengan peningkatan daya tarik candi ini, jumlah pengunjung dari India akan meningkat tajam, sekaligus mendorong pertukaran budaya yang lebih dinamis antara kedua bangsa. Proyek ini juga diharapkan mampu menjadi contoh keterlibatan aktif negara-negara Asia Tenggara dalam melindungi situs warisan dunia.

Manfaat Jangka Panjang untuk Keduanya

Terlepas dari dampak langsung pada pariwisata, Special Plan ini juga akan memberikan manfaat jangka panjang untuk pengelolaan sumber daya budaya. Dengan adanya pendekatan konservasi yang berbasis teknologi, para ilmuwan dari Indonesia dan India akan dapat memantau kondisi candi secara real-time, serta memprediksi potensi kerusakan di masa depan. Selain itu, program ini akan menghasilkan laporan-laporan terstruktur yang bisa digunakan sebagai dasar untuk proyek serupa di situs bersejarah lain, seperti Candi Borobudur atau Candi Sewu.

Nilai-nilai kebudayaan yang menjadi inti dari Special Plan ini juga diharapkan mampu memperkuat persahabatan antara rakyat Indonesia dan India. Dengan membangun kemitraan dalam melindungi warisan sejarah, proyek ini mencerminkan kesamaan visi antara kedua negara dalam menjaga keberlanjutan budaya. Modi mengatakan bahwa keberhasilan proyek ini akan menjadi fondasi untuk kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, seni, dan keagamaan, yang pada akhirnya memperkaya identitas nasional masing-masing.

Sebagai bagian dari Special Plan, Candi Prambanan akan menjadi pusat studi tentang sejarah Hindu di Indonesia, khususnya hubungannya dengan kebudayaan India. Kedua negara juga berencana meluncurkan program edukasi bagi turis dan warga lokal, yang menjelaskan sejarah, filosofi, serta makna simbolis dari candi-candi yang dibangun oleh raja Rakai Panangkaran pada abad ke-9. Proyek ini akan terus berlanjut hingga 2036, menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan proyek konservasi yang bernilai tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *