Terhalang

Tim SAR Cari Cara Tembus Pulau Sertung Jemput Jurnalis yang Hilang

Tim SAR Menyusun Strategi untuk Menjangkau Pulau Sertung

Kabarnaya.com – Operasi pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus berlangsung dengan perhatian khusus pada keselamatan seluruh personel. Tim SAR gabungan kini menyiapkan langkah agar pencarian dapat dilakukan langsung di Pulau Sertung, kawasan yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau, Pandeglang, Banten.

Pulau Sertung menjadi salah satu lokasi yang perlu dipastikan dalam operasi ini. Namun, akses menuju pulau tersebut belum dapat dilakukan secara langsung karena wilayahnya masih masuk radius tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Area itu masih tergolong kawasan rawan sesuai informasi aktivitas gunung api yang diterima tim di lapangan.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyampaikan bahwa upaya pencarian sampai Kamis (10/9) belum menemukan petunjuk keberadaan lima jurnalis tersebut. Pengamatan visual dengan teropong juga belum memperlihatkan tanda yang dapat mengarahkan tim kepada para korban.

“Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 km ya, sebagaimana kita ketahui bersama data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan,” kata Amrad di lokasi dikutip Jumat (11/9).

Penyisiran Dilakukan di Sejumlah Pulau

Sebelum menyusun kemungkinan masuk ke Pulau Sertung, tim gabungan telah menyisir sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau. Nelayan setempat turut membantu pencarian di wilayah perairan yang menjadi jalur operasi. Keterlibatan masyarakat pesisir penting karena mereka memahami kondisi laut dan karakter kawasan sekitar Selat Sunda.

Meski Pulau Sertung belum bisa didatangi, Basarnas tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pencarian di sana apabila situasi memungkinkan. Keputusan memasuki area tersebut akan diambil setelah berbagai data kondisi alam dan potensi risiko ditelaah secara menyeluruh.

“Tetapi kami akan tetap berupaya bagaimana kita bisa masuk ke situ dari data BMKG, data BNPB, perkiraan tindakan apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa masuk ke situ untuk memastikan,” ujarnya.

Koordinasi dengan BMKG, BNPB, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG menjadi bagian penting dari penentuan strategi. Data cuaca, kondisi perairan, serta perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau diperlukan agar tim dapat memilih waktu dan cara paling aman untuk memperluas pencarian.

Gunung Anak Krakatau berada di Selat Sunda dan aktivitasnya dapat memengaruhi akses ke kawasan sekitarnya. Dalam operasi seperti ini, pencarian tidak hanya bergantung pada kebutuhan menemukan korban secepat mungkin, tetapi juga harus mempertimbangkan ancaman yang dapat dihadapi personel ketika mendekati zona berbahaya.

Kabut dan Asap Menghambat Pemantauan Udara

Hambatan juga muncul saat tim berupaya melakukan pemantauan dari udara. Drone milik KN SAR Tetuka dikerahkan untuk mengamati wilayah Pulau Sangiang, tetapi hasil pengamatan belum optimal. Kabut dan asap tebal menutup pandangan, sehingga kondisi di area yang dipantau tidak dapat terlihat dengan jelas.

“Untuk Kamis, informasi dari rekan-rekan di lapangan yang di sekitar yang menggunakan drone, yaitu KN SAR Tetuka, mencoba hal tersebut dan hasilnya tidak bisa karena kabut asap sangat tebal,” tutur Amrad.

Pemantauan melalui drone dapat membantu menjangkau titik yang sulit dilalui kapal atau tim darat. Namun, teknologi tersebut tetap dipengaruhi jarak pandang dan kondisi cuaca. Ketika kabut serta asap menebal, kemampuan kamera untuk mengenali objek atau tanda keberadaan orang di lapangan menjadi sangat terbatas.

Kondisi ini membuat pembaruan informasi cuaca dan aktivitas vulkanik memiliki peran besar dalam operasi. Tim SAR menerima perkembangan situasi secara berkala dari lembaga terkait, termasuk laporan per jam apabila muncul kondisi yang membutuhkan perhatian segera.

“Jadi rekan-rekan yang dari BMKG termasuk dari PVMBG itu selalu memberikan informasi, mereka melaporkan per jam perkembangannya, apabila ada urgensi, itu akan menyampaikan ke kami,” kata Amrad.

Lima Jurnalis Masih Dicari

Lima jurnalis yang menjadi fokus pencarian adalah pewarta foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas, Arie Basuki dari Merdeka.com, fotografer lepas Donal Husni, Yudhistira dari iNews, serta Daus dari Anadolu.

Mereka hilang kontak sejak Senin (7/9) saat melakukan perjalanan menuju perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Operasi pencarian kemudian dilakukan di kawasan pulau-pulau dan laut sekitar gunung api tersebut.

Hingga kini, tim SAR masih berupaya mengumpulkan petunjuk sambil menyesuaikan pola pencarian dengan kondisi yang berubah di lapangan. Pergerakan kapal, penentuan titik penyisiran, pengamatan visual, serta kemungkinan pemantauan udara akan terus dievaluasi agar setiap langkah tetap mengutamakan keselamatan.

Masuknya Pulau Sertung ke dalam area yang perlu diperiksa menambah tantangan dalam operasi ini. Tim harus memastikan bahwa risiko dari aktivitas Gunung Anak Krakatau dan gangguan jarak pandang dapat dikendalikan sebelum personel dikerahkan ke lokasi tersebut. Dalam situasi darurat di kawasan rawan bencana, kehati-hatian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menemukan orang yang hilang.

Dengan koordinasi antarlembaga yang terus berjalan, pencarian diharapkan dapat memperoleh kondisi yang cukup aman untuk menjangkau area-area yang belum diperiksa secara langsung. Setiap pembaruan dari BMKG dan PVMBG akan menjadi dasar penting bagi Tim SAR gabungan dalam menentukan langkah berikutnya di sekitar Selat Sunda.

Frequently Asked Questions

What is Tim SAR Cari Cara Tembus Pulau?

Tim SAR Cari Cara Tembus Pulau is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tim SAR Cari Cara Tembus Pulau matter?

Tim SAR Cari Cara Tembus Pulau matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *