Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Dishub

Visit Agenda: Dishub DKI Jakarta Beri Penjelasan soal Video Viral Driver Ojol Sampai Memohon-mohon agar Motornya Tidak Diangkut

Sandra Garcia - kabarnaya.com 3 mins read

Penindakan Ojol Viral Visit Agenda – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pengemudi ojek online (ojol) memohon agar petugas Dishub di Jakarta Timur tidak

Visit Agenda: Dishub DKI Jakarta Beri Penjelasan soal Video Viral Driver Ojol Sampai Memohon-mohon agar Motornya Tidak Diangkut

Dishub DKI Jakarta Jelaskan Penindakan Ojol Viral

Visit Agenda – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pengemudi ojek online (ojol) memohon agar petugas Dishub di Jakarta Timur tidak mengangkut motornya viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan momen tindakan penertiban yang dilakukan petugas terhadap motor ojol yang berada di atas trotoar. Pemotor sedang dalam proses mengambil pesanan saat kendaraannya ditindak, memicu reaksi publik yang beragam.

Penindakan Sesuai Peraturan Daerah

Dishub DKI Jakarta, khususnya Sudinhub Jakarta Timur, menjelaskan bahwa tindakan penderekan motor ojol dilakukan sesuai Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Kebijakan ini bertujuan memastikan trotoar hanya digunakan sebagai jalur pejalan kaki, sehingga mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan di jalan raya. Proses penindakan mencakup angkutan menggunakan jaring, penderekan, serta operasi cabut pentil (OCP) untuk memindahkan kendaraan yang melanggar aturan.

“Kami menindak lima sepeda motor yang ditemukan berada di atas trotoar dengan cara angkut jaring,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (21/6). Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menghormati aturan lalu lintas.

Permohonan Pemotor untuk Diberi Kesempatan

Pemohonan agar motornya tidak diangkat adalah bagian dari proses penindakan. Salah satu dari lima kendaraan yang ditindak adalah milik pengemudi ojol yang viral. Saat motor sedang diangkat ke truk, pemiliknya berusaha memohon agar kendaraannya tidak dibawa karena digunakan sebagai alat utama bekerja. Permintaan ini dianggap sebagai upaya untuk menyampaikan kepentingan para pengemudi ojol, terutama dalam menjaga kesinambungan layanan transportasi.

“Kendaraan adalah sarana utama bagi pengemudi ojol. Oleh karena itu, kami memberikan penjelasan secara baik dan edukatif,” tambah Harlem Simanjuntak, yang juga memberikan waktu untuk pemilik kendaraan mengambil motornya kembali setelah membuat surat pernyataan.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Harlem Simanjuntak menegaskan bahwa penindakan dilakukan demi menjaga keselamatan selama pengangkutan dan mencegah risiko bagi pihak yang terlibat. Menurutnya, tindakan ini tidak hanya menindak pelanggaran parkir, tetapi juga memberikan kesadaran kepada pengemudi ojol tentang dampak negatif jika terus mengabaikan aturan. “Untuk memastikan keselamatan dalam pengangkutan dan mencegah risiko bagi pihak yang terlibat, kendaraan ditempatkan di Kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur untuk diambil kembali,” ujarnya.

Peran Visit Agenda dalam Proses Ini

Visit Agenda memainkan peran penting dalam menyebarkan informasi terkait operasi penertiban tersebut. Platform ini menjadi media utama untuk mengunggah video viral, memicu diskusi masyarakat tentang tindakan Dishub. Melalui fitur pengunggahan berita dan interaksi langsung, Visit Agenda membantu pemerintah dalam menyampaikan penjelasan terkait penindakan kepada publik. Pemotor yang viral menjadi contoh nyata bagaimana media sosial bisa menjadi sarana edukasi dalam bidang transportasi.

Peningkatan Kesadaran Masyarakat

Operasi gabungan yang digelar pada Rabu (17/6) turut meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ketaatan terhadap aturan parkir. Dalam pernyataan resmi, Dishub menegaskan bahwa penindakan tidak hanya berfokus pada motor ojol, tetapi juga pada kendaraan lain yang melanggar. “Kami mengajak seluruh masyarakat mematuhi aturan parkir demi kebersamaan dan keselamatan bersama,” lanjut Harlem Simanjuntak. Tindakan ini diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi semua pengguna jalan, baik pengemudi ojol maupun pengendara lain.

Visit Agenda juga menjadi jembatan antara Dishub dan warga Jakarta. Melalui laporan yang disampaikan oleh pengemudi ojol, platform ini membantu pemerintah dalam memperjelas tujuan penindakan dan menghindari kesalahpahaman. Masyarakat yang melihat video tersebut diharapkan bisa lebih memahami bahwa penertiban dilakukan untuk menjaga ketertiban lalu lintas, bukan hanya sebagai bentuk pemerintahan yang ketat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *