KPK Sita Toyota Alphard Bupati Lombok Barat dalam Operasi Terbaru
Kabarnaya.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperkuat upaya penindakan terhadap dugaan korupsi yang melibatkan mantan Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Dalam operasi yang berlangsung pada Kamis, 23 Juli, tim penyidik berhasil mengamankan satu unit kendaraan Toyota Alphard yang diyakini sebagai imbalan proyek dari pihak swasta. Pengamanan ini merupakan bagian dari upaya pengumpulan alat bukti tambahan untuk memperkuat kasus yang sedang ditangani.
Detail Penyitaan Kendaraan Mewah
Kendaraan Toyota Alphard yang disita tersebut diyakini diterima oleh Bupati LAZ dari Alvonsus Gani, Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument (MSI). Hubungan bisnis antara kedua pihak ini sangat erat, terutama dalam konteks proyek-proyek yang dilaksanakan di PT Air Minum Giri Menang (AMGM). Proyek-proyek ini menjadi salah satu fokus penyelidikan KPK dalam mengungkap dugaan suap dan gratifikasi.
Salah satu yang dilakukan penyitaan dalam kegiatan ini yakni 1 unit mobil Toyota Alphard, yang diduga diterima Bupati LAZ dari ALG selaku pihak swasta, terkait proyek-proyek di PT AMGM,
pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang pejabat KPK yang menangani kasus ini.
Sejarah Pengamanan Sejak OTT
Menurut keterangan Budi, salah satu petugas KPK, kendaraan Toyota Alphard ini sebenarnya telah diamankan sejak pelaksanaan operasi tangkap tangan (OTT) pada 20 Juli 2026. Saat itu, kendaraan tersebut awalnya dibawa dari rumah bupati ke Markas Besar Brimob setelah peristiwa tertangkap tangan berlangsung. Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan bahwa alat bukti tidak hilang atau dipindahkan ke lokasi lain.
Untuk mobilnya, diamankan pada saat peristiwa tertangkap tangan di rumah bupati, yang kemudian dibawa ke Mako Brimob,
ujar Budi menjelaskan proses pengamanan kendaraan secara detail kepada media.
Hingga saat ini, proses penggeledahan masih terus berlangsung di berbagai lokasi yang terkait dengan kasus ini. KPK berkomitmen untuk memberikan update perkembangan terbaru setelah seluruh kegiatan selesai dilakukan. Proses ini melibatkan pemeriksaan dokumen, konfirmasi saksi, dan verifikasi alat bukti yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Kegiatan masih berlangsung, kami akan update kembali perkembangannya,
penutup pernyataan dari KPK mengenai proses yang sedang berjalan.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan pejabat daerah yang sebelumnya telah menjalani proses hukum. Dugaan imbalan proyek yang diterima melalui kendaraan mewah ini menambah kompleksitas kasus korupsi yang sedang ditangani oleh KPK. Masyarakat menunggu hasil akhir dari penyelidikan untuk memastikan keadilan ditegakkan.
