Stasiun Gambir akan Dapat Upgrade
Key Discussion mengungkapkan bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI) sedang memperkuat transformasi Stasiun Gambir menjadi pusat layanan yang lebih lengkap dan modern. Upaya ini bagian dari strategi peningkatan infrastruktur transportasi di tengah kota Jakarta, yang ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan serta pengalaman penumpang. Dalam Key Discussion terbaru, KAI menegaskan bahwa perubahan ini tidak hanya terbatas pada fasilitas transportasi, tetapi juga mencakup elemen hospitality, retail, dan even space. Selain itu, stasiun akan menjadi titik keberangkatan yang lebih terpadu dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Pemanfaatan Aset Strategis
Dalam Key Discussion yang dilakukan oleh KAI, Stasiun Gambir dianggap sebagai lokasi yang ideal untuk menggabungkan fungsi transportasi dengan kebutuhan ekonomi dan sosial. Lokasi yang berada di tengah pusat Kota Jakarta membuatnya menjadi titik sentral bagi kegiatan bisnis, perjalanan, dan hiburan. Selain itu, pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan melalui peningkatan jumlah tenant dan penjualan layanan tambahan.
“Melalui Key Discussion terkini, kami fokus pada integrasi fungsi stasiun dengan kebutuhan masyarakat. Gambir tidak hanya menjadi tempat menunggu kereta, tetapi juga tempat berinteraksi, berbelanja, dan beristirahat,” kata Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, dalam wawancara hari Sabtu (4/7).
KAI telah merancang konsep perluasan yang mencakup penambahan 132 titik komersial, dengan distribusi 67 ruang tertutup dan 65 area terbuka. Fasilitas seperti kafe, toko oleh-oleh, serta area parkir akan dipertahankan, sementara ruang baru diharapkan dapat menampung aktivitas ekonomi yang lebih beragam. Strategi ini selaras dengan visi Key Discussion untuk membangun ekosistem stasiun yang inklusif dan dinamis.
Visi Stasiun Modern dan Lifestyles Hub
Key Discussion yang diungkapkan KAI menekankan konsep “modern station & lifestyle hub” yang bertujuan menghadirkan pengalaman lengkap bagi pengguna layanan. Konsep ini mencakup ruang pertemuan, rooftop park, serta fasilitas pendidikan dan kegiatan sosial yang bisa diakses oleh penumpang sebelum, selama, dan setelah perjalanan. NLA (Net Leasable Area) menjadi salah satu indikator utama dalam menilai kapasitas penggunaan ruang komersial tersebut.
Dalam Key Discussion ini, KAI juga berencana memperkenalkan fasilitas penginapan sementara bagi penumpang yang membutuhkan waktu tambahan di area stasiun. Fasilitas ini akan menjadi solusi untuk pengguna layanan yang bepergian di luar jadwal kereta api, sehingga memperkaya pilihan akomodasi di tengah kota. Perubahan ini diharapkan mampu menarik pengunjung dari berbagai kalangan, baik pelancong maupun pekerja.
Peningkatan Volume Penggunaan
Menurut data yang diterbitkan oleh KAI, volume penumpang di Stasiun Gambir terus mengalami peningkatan sepanjang tahun. Pada 2022, jumlah pengguna mencapai 5.759.495 orang, kemudian naik menjadi 6.530.778 di 2023, meningkat sebesar 13,39 persen. Meskipun jumlah penumpang turun ke 5.914.820 orang di 2024, KAI memproyeksikan kembali peningkatan menjadi 6.105.784 di 2025, tumbuh 3,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa strategi Key Discussion telah mulai menunjukkan hasil yang positif.
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan
Dalam Key Discussion terkait upgrade Stasiun Gambir, KAI menyoroti dampak positif terhadap perekonomian lokal. Area ritel baru diperkirakan memiliki luas sekitar 15.479 m2, sedangkan hotel dan ruang pertemuan mencakup 3.756 m2. Kebutuhan tenaga kerja yang dihasilkan dari pengembangan ini mencapai 134-201 orang secara langsung, dengan angka yang lebih besar jika melibatkan kebersihan, keamanan, dan layanan pendukung. Perubahan ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM sekitar stasiun.
Keberhasilan Stasiun Gambir sebagai pusat kegiatan juga didukung oleh lokasi strategis yang dekat dengan kawasan pemerintahan, perkantoran, dan ruang publik. Dengan memperkenalkan penginapan sementara, KAI berharap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengutamakan kenyamanan selama perjalanan. Key Discussion ini menunjukkan komitmen KAI untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi di tengah kota Jakarta.
Proyeksi dan Target Peningkatan
Perluasan Stasiun Gambir dianggap sebagai bagian dari Key Discussion jangka panjang KAI dalam membangun ekosistem transportasi yang lebih inklusif. Proyeksi pemanfaatan ruang komersial akan terus ditingkatkan, dengan target menambah 50-70 tenant baru dalam lima tahun ke depan. Selain itu, KAI juga sedang mengkaji kemungkinan pengembangan fasilitas hiburan, seperti area bermain anak dan ruang kreatif, untuk menarik berbagai segmen pelanggan.
KAI memperkirakan bahwa integrasi elemen hospitality dan ekonomi akan meningkatkan daya tarik Stasiun Gambir, baik untuk penumpang lokal maupun wisatawan. Key Discussion tentang upgrade ini telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengusaha lokal yang berharap dapat memanfaatkan peluang bisnis baru di sekitar stasiun. Proses pengerjaan diharapkan selesai dalam waktu 18-24 bulan, dengan perencanaan detail yang telah disusun sejak 2023.
