Stasiun Bogor Padat Penumpang, Peron akan Diperbanyak untuk Menyambut Tahun 2027
Stasiun Bogor Padat Penumpang – Stasiun Bogor, yang konsisten menjadi salah satu stasiun terpadat di wilayah Jabodetabek, akan mengalami perluasan peron untuk meningkatkan kemampuan melayani penumpang. PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah berupaya mempercepat proyek pengembangan infrastruktur tersebut, yang bertujuan memperkuat sistem transportasi massal di sekitar kawasan ibu kota. Dengan menambah jumlah peron, KAI berharap dapat mengurangi antrean dan meningkatkan efisiensi pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) di jalur utama seperti Bogor Line.
Peran Stasiun Bogor dalam Mobilitas Masyarakat
Stasiun Bogor tidak hanya menjadi pintu masuk utama ke Jakarta, tetapi juga menjadi pusat penghubung bagi ribuan penumpang sehari-hari. Dalam periode Januari hingga Juni 2026, data KAI menunjukkan total 18.451.462 pergerakan penumpang, terdiri dari 9.371.057 masuk dan 9.080.405 keluar. Rata-rata per hari, angka ini mencapai sekitar 101.942 pergerakan, menurut Anne Purba, Wakil Presiden Komunikasi Korporasi KAI, di Jakarta, Sabtu (4/6). Pergerakan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan layanan KRL, terutama dalam rangka mengatasi kemacetan lalu lintas di wilayah Jabodetabek.
Menurut analisis KAI, Stasiun Bogor berada di peringkat pertama sebagai stasiun dengan pergerakan penumpang terbesar di wilayah tersebut, diikuti oleh Stasiun Tanah Abang, Sudirman, Citayam, dan Bekasi. Kebutuhan transportasi yang meningkat, baik untuk bekerja, sekolah, maupun kegiatan sehari-hari, memaksa KAI untuk melakukan peningkatan kapasitas. Proyek penguatan peron jalur 6, 7, dan 8 merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan ini.
“Stasiun Bogor Padat Penumpang adalah indikasi jelas bahwa kita perlu memperluas fasilitas. Penguatan peron jalur 6, 7, dan 8 merupakan bagian dari upaya menyelaraskan kapasitas infrastruktur dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Anne Purba.
Proses konstruksi peron baru dimulai sejak 15 April 2026, dan diharapkan selesai pada 15 Juli 2026. Selama pengerjaan, KAI melakukan uji beban menggunakan lokomotif sebagai bagian dari uji operasional. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa fasilitas yang baru dibangun mampu menampung beban kerja harian penumpang. Dengan adanya peron tambahan, KAI menargetkan peningkatan daya tampung hingga 30% untuk menjaga kenyamanan pengguna.
Manfaat Peron Baru untuk Pengguna Transportasi
Pengembangan peron di jalur 6, 7, dan 8 diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah penumpang yang dapat ditampung, tetapi juga mempercepat alur keberangkatan dan kedatangan kereta. Dengan peron yang lebih luas, penumpang dapat menikmati pengalaman lebih nyaman, terutama saat cuaca ekstrem seperti hujan deras atau panas berlebihan. KAI juga menyertakan pemasangan kanopi di peron sebagai bagian dari perbaikan fasilitas.
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penumpang di Stasiun Bogor terus meningkat. Faktor-faktor seperti pertumbuhan penduduk, kepadatan lalu lintas, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya transportasi
